BELOPA, BKM — Akses jembatan miring kembali dibuka sebagai jalur lalu lintas Trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Luwu dan Kota Palopo usai ambal beberapa waktu lalu.
Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten luwu bergerak cepat melakukan assessment dan langkah penanganan sejumlah ruas jalan yang dijadikan jalur alternatif. Tim Dinas PUPR dipimpin Plt Kadis Ikhsan Asaad didampingi sejumlah pejabat sekaligus meninjau sejumlah titik yang rusak di Ruas Rante Damai-Lamasi Pantai Kecamatan Walenrang Timur, Rabu (24/11).
Tim menemukan kerusakan Lapisan Permukaan Atas (LPA) jalan yang sudah siap aspal di desa Tabah. Kerusakan jalan yang cukup parah juga terjadi desa Seba-Seba. Melihat kondisi tersebut, Plt Kadis PUPR, Ikhsan Asaad meminta Kabid Preservasi Jalan menurunkan alat berat melakukan pembenahan.
Menurut Ikhsan, upaya penanganan sementara yang bisa di lakukan adalah mengembalikan kondisi jalan seperti semula dengan meratakan dan memadatkan permukaan yang rusak.
“Setidaknya langkah ini bisa memberi kenyamanan kepada pengendara pengguna jalan sambil kita menunggu proses pelaksanaan pengaspalan tahun depan”, ujar Ikhsan
Selain melihat kondisi jalan, Kadis PUPR bersama Tim juga meninjau lokasi Jembatan Poringan, di dusun Poringan Desa Tabah. Jembatan berlantai kayu yang di bangun pada tahun 2012 melalui program PNPM Mandiri itu telah ambruk setelah dilalui oleh truk bermuatan berat. Padahal jembatan dengan bentang 13 meter tersebut hanya mampu dilalui kendaraan dengan beban maksimal 3 ton.
Dilokasi, Kadis PUPR menemui warga yang sedang melakukan pembenahan lantai dan rangka jembatan. Berdasarkan informasi dari Camat Walenrang Timur, Ibrahim, SE, Jembatan Poringan ini merupakan akses bagi anak sekolah yang menuntut ilmu di kota Palopo, termasuk penyeberangan hand tractor bagi petani.
“Biaya yang digunakan ini adalah hasil swadaya masyarakat pak kadis”, kata Ibrahim. (*)

