Site icon Berita Kota Makassar

APBD Makassar 2022 Defisit Rp758,7 Miliar

MAKASSAR, BKM — Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar tahun 2022 resmi disahkan. Pengesahan itu berlangsung dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar ke-18 tentang Pengambilan Keputusan terhadap Anggaran Pokok 2022 di Gedung DPRD Makassar, Rabu (25/11).

Adapun besaran APBD yang ditetapkan rinciannya, yakni anggaran pendapatan sebesar Rp4.203 484.905.000, sementara untuk anggaran belanja sebesar Rp4.962.269.154.263. Sehingga tahun 2022 terjadi defisit anggaran sebesar Rp758.784.249.263, yang akan ditutupi oleh pembiayaan netto.

Pembiayaan netto sendiri diperoleh dari pembiayaan daerah yang terdiri atas penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.

Penerimaan pembiayaan ditetapkan sebesar Rp766.284.249.263, dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp7.500.000.000.

“Jadi anggaran yang diajukan berimbang, di mana defisit tersebut ditutupi oleh pembiayaan netto, sehingga hasil akhirnya nihil,” kata Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo.

Jumlah APBD Pokok 2022 ini naik dari penetapan APBD Perubahan 2021 lalu, yaitu sebesar Rp3,56 triliun untuk pendapatan daerah, dan Rp4,16 triliun untuk belanja daerah.

Hasanuddin mengatakan untuk optimalisasi pendapatan pada APBD Pokok 2022, DPRD mengajukan sejumlah rekomendasi optimalisasi di perusahan daerah. Selain itu Bank Perkreditan Rakyat juga mendapatkan penyertaan modal untuk percepatan pemulihan ekonomi di 2022.

“Besarannya mencapai Rp750 juta untuk pengelolaan pembiayaan diperuntukkan bagi BPR. Itu dijadikan penyertaan modal,” katanya.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, pascapenetapan APBD 2022, dirinya bakal lebih dulu fokus pada sejumlah program yang akan ditender.

Dirinya tidak ingin realisasi program terhambat akibat proses tender yang kerap molor.

“Pekan depan saya akan mempersiapkan tender. Langsung bikin detailnya semua agar jangan sampai nanti tender baru diurus di bulan 6. Untuk apa APBD cepat disahkan jika tidak ada gerakan untuk mewujudkan itu,” jelas Danny.
(nug)

Exit mobile version