Site icon Berita Kota Makassar

Kecamatan Mulai Siapkan Posko Banjir

MAKASSAR, BKM–Badan Meteorologi, Kimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperkirakan puncak musim hujan di wilayah Sulawesi Selatan akan berlangsung Desember mendatang.

Mengantisipasi cuaca buruk dan bencana banjir, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, sudah menginstruksikan setiap kecamatan menyiapkan langkah antisipasi dan penanggulangan banjir.
Danny menginstruksikan kontainer Recover Centre menjadi pusat koordinasi-nya.
Selain itu, wilayah-wilayah yang dianggap rawan banjir diharapkan mulai waspada menghadapi curah hujan yang kian intens dan lebat.
Di Makassar, ada empat kecamatan rawan banjir. Kecamatan Biringkanaya, Panakkukang, Manggala, dan Tamalanrea.
Di empat wilayah tersebut, pemerintah setempat mulai mempersiapkan langkah-langkah penanganan.
Di Manggala misalnya, ada 23 posko pengendalian yang disiapkan. Tiga diantaranya posko recover centre, satu posko induk di kecamatan.
“Dalam hal penanganan kita siapkan 23 titik evakuasi di wilayah rawan banjir, titik evakuasi ini terkoneksi dengan posko siaga banjir yang telah kita bentuk termasuk di dalamnya posko PKM,” beber Camat Manggala Fadly.

Kata Fadly, posko recover centre menjadi pusat mitigasi dan penanganan banjir berdasarkan arahan Wali Kota Makasar, Moh Ramdhan Pomanto.
“Kita berkoordinasi secara berjenjang, dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Posko kontainer hanya sebagai pusat koordinasi, untuk peralatan disediakan oleh BPBD,” ujarnya.
Kegiatan normalisasi drainase juga sudah dilakukan untuk memperlancar saluran air.
Hal tersebut disampaikan oleh Camat Tamalanrea, Muhammad Reza.Ia menyampaikan, normalisasi drainase sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya banjir.
Banjir di Tamalanrea kata Reza terjadi karena hujan lebat yang berkepanjangan dan meluapnya sungai Tello.
“Untuk genangan-genangan kami porsir pengerukan sedimen dan pembersihan drainase serta kerja bakti di kelurahan,” paparnya.
Daerah rawan yakni Kelurahan Tamalanrea Jaya (Komp Bung Permai), dan Kelurahan Tamalate Indah, Buntusu bagian belakang.
“Kami sudah siapkan posko dan titik lokasi pengungsian, delapan diantaranya posko recover center,” tambahnya.
Di Kecamatan Biringkanaya, Camat Biringkanaya, Mahyuddin mengatakan, sejak pekan lalu petugas sudah mulai siaga di posko kontainer.
Penjagaan diperketat di wilayah rawan banjir seperti di Katimbang dan Sudiang .
“Selama ini yang langganan banjir itu di BTP Blok AF, AE, Katimbang, Kodam III, Buka Mata Residence dan sekitarnya, Masjid Muhajirin Daya dan sekitarnya, Kampung Sawah, Kampung Cedde, BTN Mangga,” ucap Mahyuddin.

Kata dia, posko kontainer menjadi pusat koordinasi, nantinya kebutuhan dan strategi penanganan banjir akan dikoordinasikan di posko tersebut.
Misalnya, kebutuhan dapur umum, perahu karet, dan alat penanganan lainnya akan dikoordinasikan oleh pihak terkait.
Seperti BPBD untuk peralatan evakuasi warga, Dinas Sosial untuk kesiagaan dapur umum, Dinas Kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan warga, dan seluruh stakeholder terkait.
“Ini posko tiap kelurahan, ada juga posko di titik yang rawan banjir, dan posko induk di kecamatan,” bebernya.
Kata dia, pihaknya juga sudah menyediakan tempat pengungsian, dua diantaranya di masjid Grand Rahmani Residence dan masjid di Pattene untuk wilayah Sudiang. (rhm)

Exit mobile version