Site icon Berita Kota Makassar

Dewan Pendidikan Prihatin Nasib Guru di Daerah 3T

MAKASSAR, BKM — Ketua Dewan Pendidikan Kota Makassar, Rudianto Lallo, mengatakan, sejauh ini masih banyak guru-guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum tersentuh perhatian pemerintah. Gaji mereka masih terbilang jauh dari kata layak. Terutama mereka yang non ASN.
Dia mengemukakan, perhatian terhadap guru-guru di daerah 3T masih menjadi persoalan kuno. Terutama terkait kesejahteraan mereka selama mengabdi.
Persoalan ini, kata lelaki yang juga Ketua DPRD Makassar itu, menjadi auto kritik bagi penyelenggara pemerintahan. Sebab, sejauh ini belum ada inisiasi untuk meningkatkan kesejahteraan guru di daerah 3T.
“Inilah auto kritik kita penyelenggara pemerintahan. Apakah kepala daerah atau DPR, supaya harus hadir memperjuangkan aspirasi guru,” kata dia, usai menggelar Malam Anugerah Guru Inspiratif, di Hotel Claro, akhir pekan lalu.
Rudianto menyebut, memang ada dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang bisa dimanfaatkan untuk menambah kesejahteraan guru di daerah 3T. Hanya saja, nilainya tentu tidak bisa besar. Terbatas sesuai jumlah siswa.
“Tapi bukan hanya itu. Menurut saya pemerintah kota harus berinisiasi mencari pos-pos lain, khususnya untuk tenaga-tenaga non ASN tadi. Jangan disamakan dengan tenaga non ASN yang ada di dinas lain,” tegasnya.

Dia menambahkan, apresiasi terhadap kinerja atau prestasi guru-guru juga mesti menjadi catatan bagi penyelenggara pemerintahan. Hal ini sebagai upaya membuat mereka terlecut untuk selalu berinovasi dan meningkatkan kapasitasnya.
“Di lini masa kita dihiasi ucapan selamat Hari Guru Nasional. Tapi Dewan Pendidikan justru mengapresiasi guru dengan memberikan penghargaan. Inilah bentuk perhatian kita,” imbuhnya.
Ketua Panitia Anugerah Guru Inspiratif, Mahmud BM menerangkan, dalam ajang ini, Dewan Pendidikan memberi penghargaan kepada 10 guru berprestasi dan berdedikasi dalam melaksanakan tugasnya sebagai tenaga pendidik selama ini.

Masing-masing penghargaan tersebut diberikan kepada dua guru pengabdi, empat guru inspiratif kategori non ASN, dan empat guru inspiratif kategori ASN.
“Kami dari Dewan Pendidikan merayakan hari guru secara spesial dengan memberikan penghargaan terhadap guru-guru yang berdedikasi dan memberi inspirasi dalam mencerdaskan anak bangsa. Ini sebagai bentuk penghargaan terhadap guru yang sering terlupakan,” ungkap Mahmud.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel, Abdul Halim Muharram, mengaku, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Dewan Pendidikan Kota Makassar. Kegiatan seperti ini kata dia, mesti dirawat.
“Makanya saya bilang mohon dirawat, dan insyaallah saya akan laporkan sama pak menteri terkait” pungkasnya.(rhm)

Exit mobile version