Site icon Berita Kota Makassar

DP2KB Lutim Gelar Jambore

MALILI, BKM — Sebagai leading sector yang bertanggungjawab dalam pembinaan ketahanan keluarga, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu Timur bersama Forum Generasi Berencana (Forum Genre) Kabupaten Luwu Timur menginisiasi kegiatan Jambore Ajang Kreativitas Genre Tahun 2021.

Jambore digelar di Gedung Wanita Simpurusiang, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili dan di Aula Dinas P2KB baru-baru ini. Kegiatan yang bertemakan “Peran Generasi Berencana Dalam Mengakselerasi Program Bangga Kencana Melalui Kompetisi dan Karya Inovatif Guna Menyongsong New Normal Era 2021 terdiri dari dua jenis lomba, yakni Lomba Pentas Seni Genre dan Lomba Penyuluhan Genre.
Babak penyisihan dilakukan 5 November 2021 dan menghasilkan 10 pemenang lomba penyuluhan tingkat SMP, 10 pemenang lomba penyuluhan tingkat SMA, 12 delegasi lomba pentas seni tingkat SMP dan 12 delegasi lomba pentas seni tingkat SMA.

Kepala Dinas P2KB Lutim, Nursih Haerani saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, kegiatan tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada remaja genre Kabupaten Luwu Timur untuk berekspresi, beraksi dan berkompetisi yang berbasis substansi genre dan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana).
Program GenRe atau Generasi Berencana adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa di kalangan generasi muda. Menurutnya, Pengembangan karakter bangsa dilakukan dengan mengajarkan remaja untuk menghindari pernikahan dini, menjauhi Seks Pra Nikah dan tidak menggunakan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) guna menjadi remaja tangguh dan menjadi aset bangsa yang dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.
“Program GenRe juga dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan. Dengan begitu, remaja dapat memiliki kesempatan untuk menapaki jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi,” tandas Nursih. (rls)

Exit mobile version