KAPOLRESTABES Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana, berjanji akan menindak tegas oknum yang melakukan kerusuhan dan penyerangan sehingga menimbulkan korban. Dia mengaku prihatin dan menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut
“Telah terjadi perbuatan pidana yang dilakukan oknum hingga menimbulkan korban,” ungkapnya saat pertemuan di Cangkiri Kafe, Minggu sore (28/11).
Dia meminta masyarakat untuk tetap tenang. Jangan mudah terhasut dan terpancing oleh provokasi yang tidak bertanggung jawab. Witnu pun menyerukan kepada pihak bertikai untuk menghentikan perbuatannya.
“Kalau masih terus terjadi, saya akan mengambil tindakan tegas dan terukur karena ini sangat merusak ketenteraman dan kenyamanan serta mengganggu dan mengancam jiwa masyarakat,” jelas Witnu. Dia meminta agar persoalan ini dipercayakan kepada aparat penegak hukum untuk dituntaskan.
Komandan Kodim 1408/BS Kolonel Kav Dwi Irbaya Sandra yang juga hadir dalam pertemuan, meminta masyarakat untuk mewaspadai hoaks yang menggiring opini seolah Makassar tidak aman. Dirinya pun menyesalkan terjadinya peristiwa ini dan bersama aparat kepolisian akan menuntaskannya.
“Kami sesalkan peristiwa ini. Kami sayangkan perbuatan tidak mencerminkan persaudaraan. Tindak pelaku. Kami komitmen dengan Polrestabes Makassar dan Polres Pelabuhan akan bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya.
Dandim juga menekankan, mulai Minggu malam (tadi malam), pihaknya akan melakukan patroli bersama untuk memberikan rasa aman bagi warga.
Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Raya Bukhari Kahar Mudzakkar meminta supaya pihak-pihak yang bertikai untuk saling menahan diri. Ia juga meminta untuk tidak terpancing provokasi dan isu hoaks yang tidak dipastikan kebenarannya.
Dia menjelaskan, sebaiknya persoalan ini tidak dibawa ke ranah organisasi atau kedaerahan, karena masalah sebelumnya merupakan persoalan pribadi. “Ini tidak ada hubungannya dengan daerah. Jangan bawa-bawa nama daerah. Kedua belah pihak harus menahan diri. Ini persoalan pribadi,” tandasnya.
Sementara Ketua Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Bone, Andi Syahriwijaya juga mengimbau kedua belah pihak untuk tenang, tidak mudah terprovokasi. Serahkan masalah ini diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.
“Tunggu secara seksama. Percayakan kepada pihak berwajib untuk menangani persoalan ini secara tuntas. Semua harus menahan diri, supaya tidak melebar serta berkepanjangan,” tambahnya.
Dihubungi terpisah, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menegaskan agar seluruh stakeholder, baik polrestabes, dandim, camat hingga lurah memperketat pengamanan. “Saya koordinasi terus dengan dandim dan kapolrestabes. Termasuk camat dan lurah, saya perintahkan memonitor asrama dan tempat kos,” ucap Danny.
Salah satu upayanya untuk mencegah keberlanjutan pertikaian ini, Danny mengaku telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh daerah yang ada di pemkot. “Saya monitor terus, beberapa sudah diidentifikasi. Kita tenangkan dulu semua,” katanya.
Selain itu, posko Makassar Recover juga akan difungsikan sebagai posko pengamanan. Petugas akan berjaga selama 24 jam penuh di area tersebut. Danny mengimbau, agar masyarakat tidak mengunggah konten kekerasan yang bisa memicu terjadinya peperangan. Hal tersebut perlu diantisipasi, jangan sampai ada yang memprovokasi, dan sengaja menyerang.
“Makanya saya berharap masyarakat tenang. Jangan memposting sesuatu yang bernada mengancam dan menakut-nakuti. Itu kan kurang bagus. Apalagi posting foto-foto korban,” tegasnya. (rhm)
