TAKALAR, BKM — Setelah sempat molor beberapa pekan lantaran kesibukan panitia seleksi, proses pelaksanaan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar, kembali bergulir.
Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama lingkup Pemkab Takalar kembali berlangsung dengan melaksanakan test wawancara sebagai akhir dari proses seleksi terbuka. Dari sepuluh calon pejabat esalon II yang mengikuti rangkaian seleksi terbuka JPT Pratama, dua peserta dinyatakan gugur dalam proses tersebut.
Kedua pejabat tersebut yakni Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dakhlia dan Inspektur Pembantu (Irban) Inspektorat, Hasiah.
”Keduanya dinyatakan gugur dalam pelaksanaan seleksi terbuka JPT Pratama karena tidak mengikuti test wawancara. Olehnya itu, hanya delapan calon pejabat Esalon II B yang akan menunggu rekomendasi KASN,” jelas Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kinerja Aparatur, Hadriani Hanafie, Senin (29/11).
Hadriani Hanafie menambahkan, setelah delapan orang ASN itu mendapat rekomendasi persetujuan KASN, pihak Pansel akan menyerahkan rekomendasi tersebut ke bupati Takalar selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
”Yang pasti setelah rekomendasi KASN keluar, maka rekomendasi tersebut diserahkan ke bupati untuk menentukan siapa yang akan dilantik sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama,” pungkas Hadriani.
Sekadar diketahui, dari delapan peserta seleksi terbuka JPT Pratama tiga di antaranya akan terpilih menduduki tiga jabatan lowong, di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan. (ira/b)
