MAKASSAR, BKM — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang di dalamnya terdapat sirkuit Mandalika merupakan International Street Circuit yang baru saja diresmikan sebagai venue balapan bergengsi.
Sirkuit yang memiliki panjang 4,3 kilometer ini memiliki total 17 tikungan. Juga dilengkapi jalan penunjang aspal dari dan ke Pantai Kuta Mandalika. Sirkuit Mandalika dibangun di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan sirkuit ini pada pertengahan November lalu.
Kalla Aspal kemudian ikut serta berpartisipasi dalam pembangunan KEK ini. Luas keseluruhan dari area sirkuit ini 1.035,67 hektare. Kalla Aspal kemudian memulai supply aspal ke KEK Mandalika sejak bulan Juli 2021, hingga dirampungkan pada bulan Oktober 2021.
Kalla Aspal berpartisipasi dalam supply aspal jalan disekitar sirkuit utama Mandalika. Termasuk jalan bypass yang menghubungkan antara Bandara dengan sirkuit itu sendiri.
Chief Operational Officer (COO) Kalla Aspal, Burhanuddin Lestim, menyampaikan, Pertamina hadir sebagai tuan rumah dalam peresmian KEK Mandalika. Kalla Aspal sebagai agen Pertamina juga turut berpartisipasi dalam melakukan supply aspal dalam jalan bypass KEK Mandalika.
”Ke depannya, pemerintah akan menjadikan KEK Mandalika sebagai tujuan destinasi pariwisata. Alhamdulillah, dalam kondisi pandemi sirkuit Mandalika ini bisa rampung. Ke depannya, Kalla Aspal akan siap bersinergi bersama dalam melakukan supply aspal, guna mempercepat pengerjaan akses jalan menuju Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika ini,” ungkap Burhanuddin.
Muhammad Ardhy Rusyadi selaku Kepala Cabang Kalla Aspal wilayah Lombok, mengutarakan, selama ini Kalla Aspal telah ikut serta dalam beberapa pembangunan jalan di wilayah Lombok dan sekitarnya. Kalla Aspal melakukan supply aspal baik proyek tingkat pusat, proyek tingkat satu provinsi, dan proyek tingkat dua kabupaten dan kota, juga proyek BUMN dan swasta.
”Kalla Aspal senantiasa mengutamakan pelayanan terbaik. Ketetapan volume, ketepatan waktu, dan kecepatan bongkar menjadi landasan utama bagi Kalla Aspal. Hal ini untuk mendukung percepatan pekerjaan infrastruktur,” ungkapnya.
Proyek terbesar yang Kalla Aspal garap di Lombok ialah pembangunan jalan bypass Bandara Internasional Lombok (BIL)–Mandalika yang terletak di KEK Mandalika. Selama tahun 2021, Kalla Aspal telah mengeluarkan sebanyak 6.335 ton volume aspal untuk wilayah Lombok. Tak hanya itu, Kalla Aspal juga sukses memberi supply aspal hingga ke wilayah Pulau Sumbawa.
Kalla Aspal memiliki berbagai keunggulan dalam melakukan supply aspal. Di antaranya kemampuan bongkar yang cepat karena teknologi pemanasan mobil yang lebih baik. Kalla Aspal dapat membongkar aspal dalam waktu kurang lebih satu jam, untuk kapasitas 14 ton dalam satu mobil. Suhu aspal dari Kalla Aspal senantiasa terjaga diatas 100 derajat celcius.
Selain itu, Kalla Aspal memberi pelayanan hingga 24 jam non-stop. Hal ini memudahkan kontraktor yang membutuhkan supply aspal. Selanjutnya, Kalla Aspal senantiasa menjaga konsistensi tepat volume. Kalla Aspal dilengkapi dengan timbangan yang tiap tahundiperbaharui izin tera timbangannya.
”Jadi Kalla Aspal memberi pelayanan yang tepat volume, tepat waktu, cepat dalam proses pembongkaran, dan kualitas aspal yang tidak perlu diragukan lagi,” tutup Ardhy. (mir)
