MAROS, BKM–Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Ni’Matullah Erbe kembali melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan bertema “Hari Guru” yang dilaksanakan di Kabupaten Maros, Minggu (28/11).
Sosialisasi nilai nilai kebangsaan ini dilaksanakan di kelurahan Pettuadae kecamatan Turikale Maros dihadiri perwakilan pemuda, mahasiswa dari berbagai organisasi dan kampus di kabupaten Maros.
Ni’Matullah menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan dengan tema hari guru adalah untuk saling mengingatkan bahwa ada profesi yang namanya guru yang harus kita selalu ingat, kita hargai dan hormati. “Kita sebagai pemuda dan pelajar saat sekarang ini kadang lupa dengan jasa para guru, bahkan berpapasan dengan gurunya seperti tidak pernah kenal, karena sibuk dengan gadget misalnya. Sehingga penting untuk menciptakan momentum saling mengingatkan tentang jasa guru yang sering disebut pahlawan tanpa jasa,”ujar Ni’matullah.
Kepada para pemuda dan mahasiswa yang hadir sebagai peserta, Ni’Matullah yang tak lain adalah Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini mengingatkan agar tidak takkalupa (lupa diri), bahwa pengetahuan, kecerdasan dan keterampilan yang dimiliki tidak terlepas dari ilmu yang telah diajarkan para guru.
Hasmi Ibrahim, penulis senior yang hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa hari guru yang ditetapkan pada 25 November setiap tahun diambil dari hari berdirinya PGRI tahun 1945, artinya organisasi PGRI didirikan oleh semangat kebangsaan, semangat guru di jaman kemerdekaan adalah mengajarkan rakyat Indonesia menulis dan membaca.
Menurut Hasmi, peringatan hari guru tidak hanya untuk mengenang jasa para guru di sekolah resmi. Tapi juga untuk mengingat kembali jasa para guru yang telah memberi ilmu pengetahuan dan pendidikan non formal, seperti guru mengaji dan orang tua dirumah yang telah mengajarkan tentang kesopanan, etika, adat istiadat serta budaya.
Di akhir acara, Ni’Matullah menantang pemuda dan mahasiswa di Maros untuk menjadi guru dengan terlibat aktif dalam program pengentasan buta huruf di kabupaten Maros.
“Dalam program pengentasan buta huruf, Pemprov Sulsel menyediakan anggaran, maka saya mengajak adik adik pemuda dan mahasiswa untuk terlibat menjadi relawan guru, silahkan data, susun programnya, datang ke saya, kita bicarakan”tutup Ni’Matullah. (rif)
