MAKASSAR, BKM–Keinginan Pemerintah Kota Makassar yang berencana menerapkan vaksin on the road menjelang libur natal dan tahun baru (Nataru), ternyata tidak mendapat dukungan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Bahkan dewan justru tidak menyarankan hal tersebut.
Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Yeni Rahman, menyarankan, agar vaksinasi cukup dilakukan di puskesmas atau tempat fasilitas kesehatan lainnya saja.
Apalagi, kata Yeni, setiap penerima vaksin memiliki reaksi tubuh berbeda-beda, tergantung dari imunitas mereka masing-masing. Itulah sebabnya vaksinasi menurutnya lebih baik dilakukan di fasilitas kesehatan.
“Setiap orang kan beda reaksi tubuhnya, seandainya memang sudah ada jaminan tidak ada reaksinya, itu boleh-boleh saja,” katanya.
Yeni pun meminta supaya pemerintah kota lebih prefentif untuk menghindari terjadinya hal tersebut.
“Karena reaksi tiap orang beda-beda memang lebih bagus kita prefentif untuk menghindari kemungkinan itu,” terangnya.
Ada baiknya ia menyarankan supaya pemerintah kota lebih memaksimalkan program wali kota yaitu vaksinasi 100 per 100 atau per-RT/RW saja.
“Jadi kalau saya lebih tepat adalah kita giatkan vaksinasi RT/RW , itu lebih efektif, dan misalnya terjadi sesuatu cepat bisa diantisipasi, yang paling penting sebenarnya ketika sudah divaksin ya istirahat,” ungkapnya.
“Apalagi kalau di puskesmas itu lebih efektif lagi, begitu dia sedang vaksin pulang istirahat, takutnya kalau di jalan misal pengendara mau keluar kota, itu bahaya,” pungkasnya.
Sebelumnya Pemerintah Kota Makassar berencana menerapkan vaksin on the road menjelang libur Nataru. Rencananya warga yang melintas di perbatasan Makassar-Maros, Makassar-Gowa akan divaksin di jalan.
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengatakan, Makassar selalu menjadi sasaran warga dari daerah untuk melakukan perayaan jelang akhir tahun.
“Makassar kan sering di kunjungi orang-orang dari semua penjuru. Olehnya itu untuk memastikan imunitas tubuhnya aman, akan di lakukan pemeriksaan vaksinasi,” ucap Danny.
Pelaksanaannya-pun bertepatan dengan penerapan PPKM Level III yang dimulai 24 Desember mendatang.
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan bagi pengendara bermotor apakah sudah divaksin atau belum. Jika ditemukan ada yang belum divaksin, maka aparat yang bertugas pada program vaksin on the road akan menawarkan untuk vaksin di tempat.
Bukan hanya bagi warga Makassar, vaksin on the road juga berlaku bagi warga luar Makassar yang masuk kota ini.
“Saya akan menghadang di pintu-pintu masuk. Kalau ada yang ditemukan belum vaksin, yah harus vaksin sebelum masuk Makassar,” ungkap Danny saat ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Senin (29/11).
Tujuan digelarnya vaksin on the road ini, kata Danny, untuk mengurangi mobilitas orang dari dan keluar Makassar yang belum vaksin.
“Saya berkewajiban melindungi masyarakatku yang sudah tervaksin dari orang yang belum vaksin. Maka saya akan mengadang pintu-pintu masuk vaksin ini. Kalau dia tidak vaksin, yah harus vaksin sekarang,” tegasnya. (rhm)
