BANTAENG, BKM — Rupanya bukan saja pemblokiran jalan yang dilakukan sejumlah pendukung Firman, kandidat Kades yang kalah di Pilkades Batu Karaeng, Kecamatan Pa’jukukang baru-baru ini. Tapi mereka juga berencana pindah ke desa lain.
Salah satu pendukung utama Firman Abdu Hamid mengaku sudah terbit Kartu Keluarga (KK) sebagai warga Desa Biangloe, Kecamatan Pa’jujukang yang berbatasan langsung dengan Desa Batu Karaeng. Selain Biangloe menjadi sasaran eksodus pendukung yang kalah, Desa Lumpangan juga menjadi pilihan mereka, yang berbatasan dengan Batu Karaeng.
Kades Lumpangang, Muhammad Harum, Selasa (30/11) mengatakan, sekitar 100 kepala keluarga (KK) ingin pindah ke wilayahnya. “Iya, ada sekitar 100 KK mau pindah kesini”, katanya.
Menurut Harum, selaku pemerintah desa, dia tidak berhak melarang warga untuk pindah ke wilayahnya. “Saya ini pemerintah, bukan pemilik tanah. Jadi, saya tidak berhak melarang mereka”, ujarnya.
Hanya saja, kata dia, desanya tidak ingin dijadikan tempat pelarian warga yang kalah dalam pertarungan pilkades. Apalagi, lanjutnya, kalau warga tersebut hanya sebatas “pinjam alamat” tapi tidak punya rumah dan tidak tinggal menetap di desanya.
Dijelaskan Harum, warga Batu Karaeng yang ingin pindah ke desanya, hanya sebatas alamat. Sementara rumah dan orangnya tidak ikut menetap di Lumpangan. “Saya bilang, kalau mau pindah kesini, saya terima kalian tapi pindahkan juga rumahmu dan menetap di Lumpangang”, tandasnya.
Plt Kades Batu Karaeng, Summang Misi, membenarkan banyak warganya yang mau pindah ke desa lain karena kalah dalam pilkades. “Mereka mau pindah alamat saja. Tapi domisilinya tetap di Batu Karaeng”, terangnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bantaeng, Ali Imran, tidak berhasil dikonfirmasi terkait eksodus tersebut hubungannya dengan tertib administrasi kependudukan. (wam/C)

