MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) mulai mempersiapkan langkahnya untuk menghadapi kontestasi pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel yang akan datang.
Andi Iwan Darmawan Aras bahkan telah mendukung pembentukan tim dan relawan yang akan bekerja pada 24 kabupaten kota di Sulsel.
Anggota relawan tersebut terhimpun dalam Roemah Djoeang AIA kini mulai merambah kekecamatan hingga pedesaan.
Ketua Roemah Djoeang AIA, Sultan Tajang mengatakan pihaknya bukan cuma membangun kekuatan sampai ke tingkat bawah. Melainkan juga membidik suara milenial, yang semakin hari makin banyak.
“Ke depan suara milenial yang akan menjadi penentu untuk pemenangan pemilu. Makanya relawan anak muda inilah yang punya tugas memperkenalkan AIA kepada masyarakat dan anak-anak muda Sulsel,” katanya.
Beberapa hari terakhir, AIA memang getol melakukan kunjungan ke beberapa daerah, khususnya di dapilnya. Hal itu dilakukan untuk mengevaluasi program yang telah dikerjakan pengurus Roemah Djoeang AIA di setiap kabupaten/kota.
“Kami keliling untuk bersilaturahmi sekaligus mengevaluasi kinerja setiap pengurus Roemah Djoeang,” ujar Sultan.
Menurut Sultan, pihaknya juga meminta untuk setiap pengurus memastikan kekuatan tim kerja. Serta bagaimana melakukan pergerakan dan membuat jejaring hingga ke tingkat bawah.
“Kami juga berharap teman-teman Roemah Djoeang AIA di Kabupaten dapat memasifkan jejaringnya hingga ke desa-desa,” terangnya.
AIA yang juga anggota DPR RI dua periode ini mengakui memang banyak yang menginginkan dirinya untuk maju di Pilgub Sulsel 2024 yang berasal dari berbagai elemen masyarakat.
“Itu semacam aspirasi dari teman-teman baik Roemah Djoeang AIA, ataupun kader Partai Gerindra. Dan akan menjadi pertimbangan apakah kita ambil peran Pilgub Sulsel atau tidak,” ungkapnya.
Ketua DPD Gerindra Sulsel ini menghormati banyak dorongan kepada dirinya untuk bertarung di Pilgub Sulsel 2024. Namun ia mengungkapkan, perlu kajian dan pertimbangan matang dalam mengambil langkah politik ke depan.
“Kan selalu berulang saya sampaikan kita harus rasional, kita harus lihat peluangnya seperti apa,” bebernya.
AIA yang kini menjabat sebagai Ketua Kadin Sulsel ini tak mau terburu-buru menentukan sikap di 2024. Apakah tetap maju di senayan, ataukah beralih pertarungan di Pilgub Sulsel.
“Kita harus ukur apakah langkah ke depan memang sepatutnya atau belum, itu yang kita coba lihat. Bagaimana perkembangan, bagaimana masyarakat melihat apakah sudah pantas atau tidak,” tandas Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini. (rif)
