MAKASSAR, BKM–Angin kencang yang terjadi di Makassar dan sekitarnya disebabkan oleh awan-awan Comulonimbus. Awan tersebut memberikan dampak hujan sedang sampai lebat disertai angin kencang.
Hal tersebut dikatakan Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky, kepada BKM, Rabu (1/12). Menurutnya, di Indonesia, angin muson Asia sudah mulai aktif, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Angin muson ini yang menimbulkan awan-awan comulonimbus.
“Memang pantauan kami kecepatan angin muson ini juga cukup tinggi. Angin muson itu yang menimbulkan awan-awan comulonimbus. Nah awan ini yang kami pantau tadi memberikan dampak hujan sedang sampai lebat disertai angin kencang. Olehnya masyarakat harus waspada,” jelasnya.
Data dari BMKG, ada beberapa wilayah di Sulsel yang diterjang angin kencang Rabu kemarin. Antara lain wilayah Barru, Pangkep,
Maros, Gowa, Makassar dan Takalar .
“Itu terpantau awan comulonimbusnya dari wilayah laut pesisir barat Sulsel ke wilayah daratan,” katanya.
Fenomena ini dikatakan Rizky diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan, paling tidak sekitar tujuh hari kedepan. Khususnya untuk wilayah Sulsel bagian barat.
“Perkiraan hingga tujuh hari kedepan masih ada potensi, khususnya di wilayah Sulsel bagian barat pada dini hari. Sampe tangal 9 itu ada potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Sulsel bagian barat disertai angin kencang,” jelasnya.
Pada Desember ini, potensi pembentukan awan comulonimbus diperkirakan terjadi dari pagi sampai dini hari. Namun dalam beberapa hari ini dan beberapa hari kedepan, potemsi pembentukan awan comulonimbusnya lebih ke dini hari.
“Dini hari hujan terus pagi sama siangnya cenderung berawan sampai hujan ringan. Kemudian meningkat lagi di dini hari untuk satu sampai tiga hari kedepan,” tambahnya.
Olehnya itu, Rizky mengimbau, saat ini masyarakat perlu melakukan mitigasi terhadap bencana hidrometeorologi khususnya angin kencang.
“Masyarakat perlu melakukan mitigasi terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya angin kencang. Misalnya dengan memotong dahan-dahan ranting yang terlihat rapuh dan memperbaiki atap-atap rumah ,” imbaunya.(nug)
