BANTAENG, BKM — Setiap musim hujan, sebagian besar wilayah Bantaeng, terutama dataran rendah menjadi langganan banjir. Mengantisipasi masalah ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bantaeng melakukan pengerukan dua sungai yang melintasi kawasan perkotaan Bantaeng.
Dua sungai tersebut, adalah sungai Kaili dan Cabodo yang mengalami pendangkalan sehingga perlu melakukan pengerukan untuk memperbanyak daya tampung air.
Kepala Dinas PU Kabupaten Bantaeng, Andi Sjafruddin Magau mengatakan, upaya jangka pendek ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan. Menurutnya, pengerukan akan dilakukan sepanjang tiga kilometer dengan menggunakan dana rutin dinas PU.
“Ini sisa akhir tahun. Kita hanya bisa menggunakan dana rutin dinas PU dan peralatan di dinas PU. Mungkin dua hari ke depan, kita sudah melakukan pengerukan”, jelas dia, Rabu (1/12).
Kata dia, selain pengerukan dua sungai, pihaknya juga berusaha untuk melakukan pembersihan drainase yang dianggap rawan banjir. Menurutnya, upaya pembersihan ini terpaksa harus dilakukan sejak awal karena terjadinya perubahan cuaca yang cukup drastis.
“Kita rencananya melakukan pembersihan drainase ini pada April. Karena kita prediksi musim penghujan itu terjadi di Juni dan Juli. Tetapi ini (hujan) terjadi lebih awal”, katanya.
Dia menambahkan, upaya jangka pendek lainnya adalah melakukan perbaikan saluran air di kawasan terminal. Di tahap jangka menengah, akan dibuat Folder (Penampung air) dan pompa untuk membuang air dalam waktu cepat. “Kawasan terminal ini memang adalah cekungan. Perlu kita perbaiki saluran air yang lebih besar dan lebih dalam,” jelasnya. (wam/C)

