BULUKUMBA, BKM — Seorang tahanan kasus narkoba menjalani prosesi sakral akad nikah di Masjid Namirah Polres Bulukumba, Rabu (1/12). AS menikahi kekasihnya NA dengan cara seperti itu, karena tersandung kasus hukum dan sedang mendekam di sel mapolres.
AS, pria asal Kecamatan Ujung Loe tampak berlinang air mata ketika menjalani prosesi ijab kabul. Bahagia, sedih, dan haru menyatu saat menyaksikan pernikahan itu. AS melepas status lajangnya setelah mengucapkan akad pada pukul 11.00 Wita.
Ijab kabul itu disaksikan dengan haru oleh kedua keluarga mempelai. Juga beberapa orang penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba.
Usai ijab kabul, NA mencium tangan AS yang sudah sah menjadi suaminya. Ada air mata keluarga yang berlinang menyaksikan momen langka itu.
Sebagai suami, AS tentu menyesal. Ia sadar, sebagai pengantin baru dirinya seharusnya menikah dalam suasana bahagia di tengah keluarga dan bisa berbulan madu bersama istrinya. Namun karena kasus yang menjeratnya, dia terpaksa harus menjalani hukuman terlebih dahulu.
Proses ijab kabul dipimpin Abdul Hamid, penghulu yang juga Imam Masjid Desa Garanta, Kecamatan Ujung Loe Desa asal kedua mempelai.
Kapolres Bulukumba AKBP Suryono Ridho Murtedjo melalui Kasat Narkoba Iptu Baharuddin, membenarkan salah satu tahanannya menikah di masjid mapolres. “Konsekuensinya begitu. AS tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, kami tetap berikan kesempatan untuk ijab kabul di masjid. Bukan di rumah mempelai perempuan,” ujar Iptu Baharuddin. (min)
