MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Demokrat yang juga Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham, mengingatkan kalangan milenial untuk tidak tergiur dengan fenomena tingginya uang panai hingga berencana menikah diusia dini.
Pasalnya, hal tersebut bisa menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus stunting, khususnya di Sulawesi Selatan. ”Saya imbau kepada masyarakat, jangan euforia dan terprovokasi dengan maraknya pemberitaan tingginya uang panai hingga secara gampang merencanakan pernikahan diusia dini. Seperti yang terjadi baru-baru ini di salah satu kabupaten di Sulsel,” tutur Aliyah dalam sosialisasi pencegahan stunting di Aerotel Smile Makassar baru-baru ini.
Aliyah melanjutkan, jika hal tersebut terus dibenarkan di tengah masyarakat, maka anak terlahir stunting juga tidak bisa diredam. ”Untuk itu, saya juga berharap melalui sosialisasi ini bersama mitra BKKBN bisa mencerahkan masyarakat khususnya remaja terkait ancaman stunting,” imbuhnya.
Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN, Prof Muhammad Rizal Matua Damanik, mengatakan, stunting di Sulsel tercatat kasus tertinggi kedua secara nasional.
”Sulsel salah satu penyumbang stunting tertinggi. Sehingga segala upaya pencegahan stunting terus dimaksimalkan. Termasuk edukasi melalui sosialisasi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ditanya soal penyebab utama anak terlahir stunting, dia menyebutkan karena tingginya angka pernikahan diusia dini. Selain itu, pemerintah menargetkan angka stunting turun mencapai 14 persen di akhir tahun 2021. Sehingga perlu peran semua pihak untuk mencegah permasalahan stunting tersebut.
”Sesuai arahan presiden, stunting harus ditekan serendah mungkin. Kami berharap hal tersebut bisa dimulai dari Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Sekadar diketahui, sosialisasi yang diikuti ratusan peserta dari kalangan remaja hingga orangtua remaja tersebut berjalan alot dan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan. (rif)
