GOWA, BKM — Penyebab tewasnya Gazali Dahlan (35), warga Kompleks Perumahan Puri Diva Istanbul di Paopao, Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Selasa (29/11) pukul 23.00 Wita lalu, sedikit mulai terkuak. Ia tewas dibunuh diduga terkait utang piutang.
Usai melakukan autopsi terhadap korban pada Rabu (1/12), pihak kepolisian melanjutkan dengan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti lain, selain barang bukti yang sudah diamankan saat jasad korban dievakuasi pukul 02.00 Wita sebelum dibawa ke RSU Bhayangkara, Makassar.
Saat evakuasi berlangsung, fakta di tempat kejadian menyebutkan bahwa korban tewas tergeletak di lantai di atas kamar gudang lantai dua rumahnya. Saat ditemukan, tubuh korban berlumuran darah. Juga ada lilitan tali.
Ketua RW Kompleks Puri Diva Istambul, Natsir Razak mengatakan sebelum dia bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas datang ke rumah korban usai ditemukan tewas, diketahui almarhum kedatangan tamu. Tamu itu diduga datang terkait utang piutang yang ditagih ke korban.
“Informasinya, tamu korban yang datang itu kemungkinan debcollector (penagih utang). Katanya datang terkait utang piutang senilai Rp 1 miliar,” jelas Natsir Razak kepada wartawan di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman yang dihubungi untuk dikonfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut, termasuk motifnya, belum merespons.
Terpisah, Kasi Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan mengatakan, pihak kepolisian belum bisa memastikan apa motif kejadian tersebut, sebab hasil autopsi korban belum keluar.
“Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus ini untuk mengungkap motif kematian korban,” jelas AKP Mangatas Tambunan, kemarin.
Sebelumnya diberitakan,
Nurul histeris sesaat setelah menemukan suaminya dalam kondisi tak bergerak dan sudah tidak bernyawa.
Seketika rumahnya dipadati warga sekitar. Tak lama berselang personel tim Identifikasi Polres Gowa, Inafis RSU Bhayangkara dan Polsek Somba Opu tiba di lokasi. Mereka langsung mengevakuasi jasad korban dan melakukan olah TKP. Selanjutnya, pada Rabu dinihari (1/12) pukul 02.00 Wita, mayat Gazali dibawa ke RSU Bhayangkara untuk dilakukan visum.
Selain melakukan autopsi terhadap mayat korban, pihak kepolisian juga telah mengamankan beberapa barang bukti untuk keperluan penyidikan.
Berdasarkan keterangan dari Nurul, istri korban, dirinya tidak tahu apa penyebab sehingga suaminya meninggal dunia.
Dalam pengakuan Nurul, sebelum menemukan suaminya tak bernyawa, dia berada di rumah orangtua yang kebetulan bersebelahan dengan rumahnya sendiri (TKP). Nurul mengaku, dia sudah berada di rumah orangtuanya sejak pukul 22.30 Wita.
“Saat istri korban hendak pulang ke rumahnya, dia lalu menelepon suaminya namun tidak ada jawaban. Saksi Nurul lalu ke rumahnya untuk mengecek. Namun rumahnya dalam keadaan gelap. Lampu yang menyala hanya di dalam dapur. Kemudian istri korban lalu mencungkil jendela di samping pintu depan. Selanjutnya ke dalam kamar dan lantai dua, tapi tidak melihat korban. Kemudian saksi pun keluar. Namun menurut pengakuan saksi, saat keluar kamar melihat ada tangan di gudang. Takut dan cemas, saksi turun dan keluar dari rumah lalu meminta tolong kepada warga,” papar AKP Mangatas Tambunan menjelaskan kronologis yang disampaikan istri korban.
(sar)
