MAKASSAR, BKM– Satuan Tugas Satgas Penanganan Covid-19 Sulawesi Selatan mulai memantau perkembangan varian terbaru covid-19 yakni Omicron. Varian ini dilaporkan di sejumlah negara Afrika seperti Afrika Selatan dan Botswana.
Hal tersebut dibenarkan Koordinator Satgas COVID-19 Sulsel, Arman Bausat. Menurutnya, pihaknya terus memantau jangan sampai varian baru ini juga masuk ke Sulsel.
“Kita pantau terus ini. Kan biasanya kalau ada masuk (varian baru), pasti masuk dulu di pintu gerbang negara. Kalau sudah mulai terdeteksi di Jakarta, otomatis kita harus waspada,” kata Arman saat dikonfirmasi, kemarin.
Arman mengatakan, pemerintah pusat juga sedang menyiapkan berbagai cara untuk membatasi masuknya orang asing ke Indonesia, khususnya dari negara-negara Afrika. Beberapa hari lalu, satgas covid-19 pusat menyatakan akan mengkarantina warga negara Indonesia (WNI) yang habis berpergian ke negara terdampak varian Omicron.
Masa karantina pelaku perjalanan internasional juga rencananya diperpanjang dari awalnya 3 – 5 hari menjadi 7 hari. Arman mengaku, pihaknya akan mengikuti apapun arahan dari pemerintah pusat.
“Kita kan sudah siaga sekarang, cuma belum siaga sekali. Tapi kita lihat perkembangan dulu. Kalau misalnya di Jakarta tiba-tiba terdeteksi otomatis tracing, testing, kita harus tingkatkan antisipasinya,” kata Arman.
Meski baru dilaporkan di luar negeri, namun Satgas Sulsel tak ingin lengah. Pasalnya, varian Omicron bisa masuk kapan saja jika tak ada pengetatan di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan.
Sejauh ini, Sulsel juga belum membuka penerbangan internasional. Selama pandemik covid-19, bandara di Sulsel hanya melayani penerbangan domestik.
“Kalau misalnya ada kasus masuk di Indonesia dari luar negeri Afrika, otomatis bandara kita sudah mulai jaga,” kata Arman.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel, Ichsan Mustari, menyebutkan, salah satu strategi penanganan covid-19 yaitu membatasi pergerakan orang, utamanya orang yang masuk dari luar negeri.
Hal itu, kata Ichsan, berlaku pula untuk pencegahan masuknya varian Omicron. Dia menegaskan pengendalian perjalanan orang sangat penting untuk mencegah penularan lanjutan.
“Saya kira secara regulatif untuk bagaimana membatasi. Dua hal yang selalu saya sampaikan pertama pembatasan pergerakan orang dan protokol kesehatan itu aja terus yang ketiga vaksin,” kata Ichsan. (jun)
