INNALILLAHI WAINNAILAHI ROJIUN, tidak ada seorang yang dapat prediksi datangnya kematian. Datang secara tiba-tiba dan tak bisa untuk menghindarinya. Pun usia bukan pula jadi ukurannya. Tua maupun muda, akan mengalami namanya kematian. Ini yang datang kepada almarhumah Atikah Azyati.
Laporan: ARIF AL QADRY
Perempuan berkelahiran Makassar, 04 Desember 1998 kini telah tiada. Sosok perempuan dengan karakter sederhana, menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Makassar, Kamis (2/12), sekitar pukul 01.00 Wita. Mendiang meninggal dunia lantaran sakit demam berdarah dengue (DBD).
Silih berganti keluarga hingga teman-teman mendatangi rumah duka di Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Tallo. Kedatangannya tidak hanya sampai ke rumah duka, tapi mereka juga mengikuti prosesi salat jenazah di masjid sampai ikut ke pekuburan. Cukup ramai hadir dan menyaksikan prosesi pemakaman.
Anak sulung pasangan suami istri dari Darhmansyah yang juga merupakan Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sulawesi Maluku, dimakamkan di Sudiang.
Ismi, sorang yang cukup dekat dengan keluarga mendiang mengisahkan sedikit karakter sosok yang kini telah tiada. Jika mendiang adalah anak yang ramah, sederhana serta pendiam. Saat masih dirawat di RSUD Haji Makassar pun, masih aktif ngobrol bersama keluarga dan teman-teman yang menjenguknya. Tidak ada tanda-tanda akan dirinya ingin pergi untuk selamanya.
“Almarhum itu orangnya baik, sangat sederhana sekali itu. Pergi saja ke kampus atau pulang dari kampusnya ia cuma pilih naik ojek online. Padahalkan bisa saja ia seperti anak-anak yang lain minta kendaraan. Tapi almarhum tidak. Dia sederhana orangnya. Dan ramah pada semua orang apalagi keluarganya,” sebut Ismi yang merupakan Humas Protokol KLHK.
Kepergian Atikah Azyati menjelang waktu kelahirannya di 04 Desember besok, tentu membuat semua orang terutama keluarganya tak menyangka. Lebih lagi saat ini mendiang dalam proses penyusunan skripsi atau tugas akhir dalam menyandang gelas sarjana.
“Mendiang masih kuliah, sudah mau selesai. Orangnya itu cerdas. Kemarin sempat KKN di kantor BNNP. Mungkin ini sekarang proses penyusunan skripsi,” sambungnya. (arf)

