Site icon Berita Kota Makassar

Kelangkaan Pupuk Mengemuka dalam Reses Fahruddin Rangga

TAKALAR, BKM.COM-Legislator Golkar SulSel dua periode, Fahruddin Rangga mengakhiri masa resesnya di titik yang kelima, tepatnya di Desa Bontomarannu, Kecamatan Galesong Selatan.

Sebelumnya empat desa di Kabupaten Takalar telah disasarnya guna menyerap aspirasi masyarakat, keempat desa yang dimaksud antara lain, desa Timbuseng, kecamatan Polongbangkeng Utara, kelurahan Maradekaya, kecamatan Pattallassang, desa Bontomanai, kecamatan Mangngarabombang dan kelurahan Pa’ bundukang kecamatan Polsel.

Dalam kunjungan kerjanya yang dikemas apik, Rangga begitu Legislator beringin rindang ini mengatakan, wadah menampung aspirasi masyarakat merupakan pelaksanaan reses persidangan pertama tahun 2021/2022 Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan berjalan dari Tanggal 1 – 8 Desember 2021.

” Pelaksanaan reses ini merupakan momentum menyerap aspirasi masyarakat dan kegiatan reses ini merupakan agenda kerja yang wajib kami laksanakan sebagai anggota DPRD SulSel,” Kata Fahruddin Rangga, Sabtu (4/12/2021).

Dalam pelaksanaan reses ini, tetap mengikuti protap protokol kesehatan secara ketat mengingat saat ink masa pandemi covid 19 masih berlangsung.

Rangga juga mengatakan bagi masyarakat selaku peserta reses diwajibkan menggunakan masker dan tim pendamping menyiapkan hand sanitizer dan mengatur jarak tempat duduk minimal 1 meter serta memeriksa suhu badan setiap peserta menggunakan termogan atau pengukur suhu badan.

” Perlu dipahami secara bersama bahwa Reses ini merupakan wadah untuk menyerap aspirasi dan mendengar secara langsung masukan serta informasi masyarakat yang telah memberi amanah dan tanggungjawab kepada kami selaku wakil rakyat di DPRD Sulsel sehingga sangat penting untuk ikut hadir dalam pelaksanaannya, karena informasi, pandangan dan harapan yang tersalurkan dari masyarakat dapat terwadahi melalui kegiatan reses ini, karena inilah tempat dan kesempatan untuk disampaikan.” Urainya.

Daeng Mone, Tokoh masyarakat yang hadir dalam reses menyampaikan harapannya terkait kebutuhan masyarakat tani diantaranya ketersediaan pupuk dan bibit agar disalurkan tepat waktu saat mulai musim tanam, dan kendala kesulitan air disaat musim kemarau serta perlunya normalisasi saluran irigasi yang ada.

” Kami berharap kelangkaan pupuk selama musim tanam berlangsung tidak lagi terjadi, olehnya kami meminta melalui reses ini ada solusi yang diberikan dalam mengatasi kelangkaan pupuk.” Pinta Daeng Mone.

Rangga dengan tegas langsung menyikapi harapan masyarakat satu persatu bahwa semua informasi dan masukan yang disampaikan akan diperjuangkan dalam pembahasan APBD berikutnya, dan lebih jauh Rangga mengatakan semua masukan dan informasi yang berkembang di dalam dialog reses ini masih sangat di dominasi kebutuhan dan usulan masyarakat seperti sarana dan prasarana pertanian baik berupa alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, bibit unggul dan jalan tani serta kebutuhan pertanian lainnya, masyarakat juga mengharapkan pemerintah provinsi sulawesi selatan dapat memberi perhatian terhadap infrastruktur yang ada di desa diantaranya saluran irigasi tersier, jalan lingkungan, saluran drainase dan jalan setapak. Di pengujung reses peserta kembali mengingatkan dan sangat berharap percepatan.

” Penyaluran bantuan pupuk dan bibit agar dapat digunakan tepat waktu masa penanaman benih karena pengalaman yang terjadi selama ini saat masa tanam tiba justru kelangkaan pupuk terjadi,”jelasnya.

Sebagai penutup dialog Rangga menegaskan bahwa aspirasi yang masyarakat sampaikan hari ini akan dijadikan salah satu usulan kegiatan prioritas dalam pra pembahasaan dan pembahasan tahun selanjutnya,ucap mantan adik bupati Takalar ini. (Ari Irawan)

Exit mobile version