PENYELENGGARAAN KPID Award berlangsung cukup meriah di Baruga Karaeng Pattingaloang Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu malam, (4/12). Ratusan penyiar dan pengelola lembaga penyiaran hadir.
Kegiatan berlangsung dengan protokol kesehatan ketat. Semua peserta mengenakan masker. Kursi tempat duduk para audien juga berjarak. Panitia juga menyiapkan beberapa hand sanitizer di pintu masuk ruang acara.
Tidak itu saja. Di sela penyerahan award, panitia juga menyisipkan sosialisasi 5M bagi hadirin. Lima M yang disosialisasikan itu adalah memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan air mengalir, serta melakukan vaksinasi.
Ketua KPID Sulsel, Muhammad Hasrul, mengatakan, protokol kesehatan ini dilakukan semata-mata untuk mencegah munculnya kasus baru covd-19 di Makassar. Apalagi beberapa pekan terakhir, kasus baru di Makassar sudah nihil.
“Mencegah penyebaruan kasus covid-19 adalah tugas kita semua. Tidak terkecuali insan-insan penyiaran di Sulsel,” katanya.
Komisioner KPI Pusat, Hardi Stefano yang ikut hadir mengapresiasi pergelaran KPID Award yang diinisiasi KPID Sulsel. Ia mengatakan gelaran ini merupakan penghargaan dan apresiasi tertinggi lembaga KPID terhadap insan penyiaran di Sulsel.
Secara khusus Hardi juga memuji KPID Sulsel yang mengemas acara semeriah mungkin dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Menurut dia, upaya seperti ini merupakan ikhtiar dalam memutus penyebaran covid-19 di Indonesia.
Malam anugerah KPID Award dihadiri Asisten Administrasi Pemprov Sulsel, Tautoto Tana Ranggina mewakili Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Bupati Maros, Chaidir Syam dan beberapa pejabat dari kabupaten dan kota di Sulsel juga ikut hadir. (fp)
