MAKASSAR, BKM–Kasus baru penyakit tuberkolosis (TB) atau penyakit paru-paru karena kuman masih cukup tinggi di kota Makassar. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Makassar, hingga November 2021 ditemukan kasus baru sebanyak 3.196 orang.
Sementara data kesembuhan sementara 908 dan meninggal 109 orang. Data kesembuhan belum bisa jadi acuan utama pada 2021 ini karena masih ada dalam proses pengobatan sehingga belum bisa jadi ukuran.
Sedangkan kasus TB yang ditemukan tahun 2019 sebanyak 5.412 orang.
Dinyatakan sembuh sebanyak 4.486 dan meninggal sebanyak 231 orang.
Lalu pada 2020, total kasus 3.254 dan sebuh 2.749. Tetapi meninggal masih cukup tinggi 156 orang.
Status gizi kurang masyarakat yang menjadi penyebab penularan menjadi cepat.
Ketua District Public Private Mix (DPPM) Makassar, dr Nur Ashari mengatakan hubungan status gizi kurang di masyarakat sangat terkait saat ini untuk pertumbuhan TB. “Dan itu menjadi dominan di Makassar saat ini,” ujarnya, kemarin.
Kondisi itu saat ini kata dokter Ari sapaan akrab Nur Ashari, terjadi pada pemukiman-pemukiman kumuh. Bahkan di kawasan padat penduduk di Makassar. Bahkan ada yang terjangkit penyakit itu tetapi tidak terbuka. Layanan pengobatan tidak diakses karena banyak menganggap ini penyakit orang miskin, keturunan, dan aib.
Sementara itu, Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Diskes Makasar, dr Andi Mariani, mengutarakan, kesadaran untuk berobat harus ditingkatkan. “Saling mengedukasi dan sadar diri untuk penyakit ini,” katanya.
Mariani menambahkan, TB merupakan penyakit yang cepat menular. Jika lamban atau tidak tertangani dengan baik, bisa menambah kasus baru hingga meningkatkan angka kematian.
Seperti diketahui, saat ini Indonesia menjadi negara penyumbang kasus TB terbesar di dunia. “Bisa melalui udara, kalau ada orang batuk satu kali mengikut kuman tb sampai 10 ribu, orang lain bisa tertular. Jika daya tahan tubuhnya kurang baik, kuman bisa menginfeksi,” bebernya.
Ke depan, Pemkot akan menggenjot upaya deteksi dini. Penyebab lainnya, saat ini tenaga kesehatan lebih banyak fokus menangani kasus covid-19.
“Kalau patuh minum obat dalam 9 bulan sudah ada kesembuhan. Pengobatan 47 puskesmas dan 14 rumah sakit di Makassar,” tuturnya. (rhm)
