Site icon Berita Kota Makassar

Makassar Siaga Banjir!

MAKASSAR, BKM — Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Makassar dalam beberapa hari terakhir. Banjir pun mulai melanda di titik-titik rawan. Siaga banjir pun diberlakukan.
Hingga Minggu (5/12), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait, terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan banjir. Dari laporan petugas BPBD di beberapa titik, ketinggian air disebutkan mulai bergerak naik.
Di Tamalalang, Kelurahan Parangloe misalnya, air sudah mencapai tinggi satu meter dari pemukaan halaman rumah warga.

Sementara di BTN Antara, Kelurahan Tamalanrea Indah, air dilaporkan sudah sampai betis orang dewasa.
Di BTN Asal Mula dan BTN Hamzy Kelurahan Tamalanrea Indah, jalan poros sudah digenangi air setinggi betis orang dewasa.

Bumi Tamalanrea Permai (BTP) bagian belakang, tepatnya di Blok H, air sudah setinggi betis orang dewasa. Sementara di Perumahan Bung Permai, tersisa 50 cm sudah mencapai bibir tanggul yang ada di sana. Sedangkan di Kampung Mula Baru, Kelurahan Bira, banjir sudah sampai lutut.

Untuk saluran drainase poros Jalan Perintis Kemerdekaan, dilaporkan sudah rata dengan bibir got. Jalan Biring Romang pinggir Sungai Daya, air sudah masuk halaman rumah warga.

Hujan deras dan angin yang cukup kencang Minggu kemarin juga menyebabkan pohon tumbang di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Karuwisi. Tepatnya depan kantor Dinas Pariwisata.
Pohon tumbang tersebut langsung dipangkas oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup.
Kepala BPBD Kota Makassar Hendra Hakamuddin menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan wilayah, khususnya yang rawan banjir sejak beberapa hari terakhir. Lokasi pengungsian juga telah disiapkan. Salah satunya di Blok 8 Masjid Al Muttaqin dan Blok 10 Masjid Jabal Nur, Antang.
“Personel kami sudah terdistribusi. Jumlahnya menyesuaikan kondisi. Kami juga dibantu oleh potensi lain dari OPD terkait, seperti Damkar, Dinsos, Diskes, SAR, Brimob, Basarnas, TNI/Polri,” jelasnya.
Pada tahap pemantauan, lanjut Hendra, dilakukan oleh masing-masing carestes sesuai wilayah kerjanya, dikoordinasikan melalui Posko Penanggulangan Bencana. Potensi banjir bisa terjadi jika hujan dengan intensitas sedang atau tinggi terjadi selama tiga hari berturut-turut. Atau bisa juga terjadi jika intensitas tinggi selama dua hari berturut-turut disertasi pasang air laut.
Begitu juga jika intensitas hujan di wilayah Makassar seperti Gowa dan Maros cukup tinggi. Serta kondisi drainase yang buruk alias tidak mengalir secara maksimal. Selain banjir, Hendra juga meminta warga untuk mewaspadai angin kencang.

Peringatan dini cuaca Sulawesi Selatan yang dikeluarkan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar, menyebutkan potensi terjadinya hujan sedang hingga lebar. Di antaranya di Kabupaten Jeneponto (Bangkala, Tamalatea, Bangkala Barat, Bontoramba). Kabupaten Takalar (Mappakasunggu, Mangarabombang, Polombangkeng Selatan, Polombangkeng Utara, Galesong Selatan, Galesong Utara, Pattallassang, Sanrobone, Galesong).

Untuk Kabupaten Gowa (Bontonompo, Bungaya, Biringbulu, Barombong, Bontonompo Selatan, Bajeng Barat). Kabupaten Bone (Lamuru, Tellulimpoe). Kabupaten Barru (Tanete Riaja, Tanete Rilau, Barru). Kabupaten Soppeng (Marioriwawo, Lalabata). Sementara di Kota Makassar mencakup Manggala, Mariso, Mamajang, Makasar, Ujung Pandang, Wajo, Bontoala, Tallo, Panakukkang, Tamalate, Biringkanaya, Rappocini, Tamalanrea, dan sekitarnya.
Menyikapi kondisi cuaca akhir-akhir ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Muhammad Firda, mengungkapkan bahwa BMKG telah mengeluarkan peringatan terjadinya curah hujan cukup tinggi pada 5 sampai 7 Desember 2021.
“Intinya semua harus waspada. Sudah ada peringatan dari BMKG per hari ini (kemarin) tanggal 5 sampai dengan tanggal 7 curah hujan tinggi. Artinya, saya tidak memilih kabupaten apa yang mengkhawatirkan, terkhususnya nelayan, pihak kami standby sekarang dengan peralatan dan personel,” ungkap Firda. (jun)

Exit mobile version