TAKALAR, BKM — Abrasi pantai kembali terjadi di pesisir pantai Galesong. Kali ini abrasi tersebut terjadi di dua dusun di Desa Bontokanang, Kecamatan Galesong Selatan.
Dua dusun yang mengalami abrasi, yakni Dusun Saro’ dan Dusun Kanaeng. Akibatnya, ada sepuluh rumah warga yang mengalami kerusakan cukup parah atas insiden tersebut.
Kepala Desa Bontokanang terpilih, Muhammad Setiawan Daeng Sibali, kepada wartawan mengatakan, abrasi itu terjadi pada Sabtu malam (4/12) sekitar pukul 21.53 Wita. Saat itu sebagian warga telah tertidur lelap.
”Abrasi ini cukup parah. Karena ada sepuluh rumah warga kami yang mengalami kerusakan. Bahkan ada beberapa di antara rumah warga nyaris ambruk akibat abrasi pantai ini,” kata Muhammad Setiawan, Minggu (5/12).
Muhammad Setiawan bersama warga Desa Bontokanang, berharap bencana abrasi pantai ini yang sewaktu-waktu terjadi menjadi perhatian serius pemerintah. Hal tersebut diungkapkan agar bencana abrasi yang telah banyak merusak pemukiman warga tidak menelan korban jiwa.
”Bencana abrasi ini perlu mendapat penanganan serius dari pemerintah. Sehingga ke depannya kerusakan lingkungan akibat abrasi dapat diminimalisir,” pinta Muhammad Setiawan.
Terpisah, Pemerintah Kabupaten Takalar melaui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) yang dikonfirmasi terkait bencana abrasi yang terjadi di Desa Bontokanang, berjanji akan secepatnya melakukan pendataan sekaligus meninjau lokasi abrasi.
”Kami akan segera menurunkan tim guna meninjau dan mendata rumah warga yang terkena abrasi,” ucap Kepala BPBD Takalar, Nuriksan Nurdin.
Adapun kepala keluarga yang tertimpa bencana abrasi, yakni Nyikko Dg Pabe, Agus Dg Tarang, Hamina Dg Kanang, Rustam Dg Ngeppe, Hasia Dg Sayu, Jama Dg Bundu, Sendong Dg Siang, Mino Dg Ngona dan Rina Dg Sugi serta Seddeng Dg Nai. (ira/b)

