MALILI, BKM — Ketua TP PKK Luwu Timur, Hj. Sufriyati Budiman mengatakan Monev PKK kedepan tidak lagi di Kantor Kecamatan tapi langsung di Desa masing-masing. Hal ini dilakukan supaya pengurus PKK bisa berinteraksi dengan kader PKK Desa secara keseluruhan dan tidak hanya perwakilan yang ditunjuk.
Sufriyati mengatakan penilaian desa bukan rujukan dari desa yang siap atau rujukan dari PKK kecamatan. Tapi bagaimana supaya semua desa selalu siap dan bekerja, berinovasi di desa masing-masing karena semua PKK desa mempunyai anggaran dana dari desa.
Hj. Sufriaty saat menghadiri pelantikan Ketua TP PKK Desa di Kecamatan Nuha dan Wasuponda yakni Ketua TP PKK Desa Nikkel, Ketua TP PKK Desa Matano, Ketua TP PKK Desa Nuha, Kecamatan Nuha serta Ketua TP PKK Desa Tabarano, Ketua TP PKK Desa Kawata, Ketua TP PKK Desa Parumpanai, dan Ketua TP PKK Desa Balambano, Sabtu (4/12).
Dia menambahkan pelantikan merupakan bagian terpenting dalam sebuah organisasi, sebab akan menjadi basis bagi kelancaran dan keberhasilan program TP PKK dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat kecamatan dan desa.
“Semoga hal ini dapat mendorong tekad dan semangat ibu-ibu dalam mengembangkan organisasi, khususnya mengembangkan 10 sasaran program PKK dan pengembangan potensi kaum perempuan di Kabupaten Luwu Timur,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para Camat maupun Kepala Desa yang hadir mendampingi istrinya yang dilantik untuk memberi ruang ekpresi positif sebagai Ketua TP PKK di kecamatan dan Desa masing masing.
Tak hanya itu, dirinya juga berpesan agar selalu berkoordinasi dengan kepala desa dan masyarakat seiring dengan 10 program pokok di PKK agar berjalan dengan baik dan lancar.
Dorongan dari Kepala Desa juga sangat dibutuhkan untuk mendukung agar anggaran Desa yang ada juga dapat dialokasikan untuk program pemberdayaan perempuan di PKK.
“Harus berani membuat terobosan, kreatif dan inovatif, sejalan dengan program PKK Kabupaten. Tim penggerak PKK harus hebat, hebat berjuang, hebat berkarya, hebat berinovasi,” tandasnya.
