Site icon Berita Kota Makassar

Elevasi Waduk Bilibili Aman, Jangan Percaya Hoaks

GOWA, BKM — Sudah tiga hari ini hujan mengguyur rutin dan deras. Beberapa wilayah yang tergolong rendah sudah tergenang air. Kantong-kantong air pun mulai terisi. Termasuk waduk Bilibili dan waduk kecil lainnya.

Seiring turunnya hujan yang cukup deras, muncul info hoaks yang mulai membuat resah warga. Khususnya yang bermukim di wilayah dekat daerah aliran sungai (DAS) Jeneberang.

Sejumlah info hoaks bahwa air waduk naik dan segera bisa meluapkan air sungai Jeneberang bertebaran di media sosial (medsos). Mengantisipasi hal itu, jajaran Polres Gowa bersama petugas bendungan intens melakukan pemantauan terhadap elevasi waduk yang terletak di perbatasan Kecamatan Bontomarannu-Parangloe, Kabupaten Gowa itu. Penempatan personel sudah sejak lama dilakukan untuk mengupdate kondisi terkini waduk, lalu diekspose ke publik agar masyarakat tahu kondisi terkini elevasi waduk.
Kasi Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan kepada media di Mapolres Gowa, Senin (6/12) siang mengatakan, hingga 6 Desember 2021 pukul 17.00 Wita, kondisi waduk Bilibili masih di bawah batas normal dengan elevasi 88.66 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sedang untuk curah hujan di hulu, seperti di Sapaya, Kecamatan Bungaya dan di Malino, Lebong, Kecamatan Tinggimoncong dan Dam seat Bilibili masih pada angka 004 mm (kategori curah hujan rendah) atau curah hujan masih nihil (00.00 mm).

”Berdasarkan data hitungan dari Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), tambah AKP Mangatas Tambunan, untuk elevasi normal berada pada +99.50 Mdpl, untuk elevasi waspada berada pada +101.70 Mdpl , dan untuk status elevasi siaga berada pada ketinggian air +102.60 Mdpl. Sementara untuk elevasi status awas berada +103.30 Mdpl,” jelas AKP Mangatas Tambunan.

Dengan adanya publikasi terkait kondisi terkini waduk Bilibili, jajaran kepolisian berharap seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya warga Kabupaten Gowa tidak mudah terprovokasi dengan berbagai postingan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab di sosmed, baik Facebook, Instagram, tiktok maupun lainnya.

“Ingat, saat ini kondisi waduk Bilibili berada pada posisi di bawah normal alias kondisi aman. Masyarakat diimbau jangan mudah terpengaruh dengan berita hoaks dan ikuti perkembangan situasi bendungan maupun terkait bencana wilayah Gowa di media sosial resmi Humas Polres Gowa, karena kami pasti mempublikasikannya,” kata AKP Mangatas Tambunan.

Dikonfirmasi terpisah kemarin sore, Rini selaku Jafung Pengairan Madya BBWSPJ, menjelaskan pihaknya melakukan monitoring terhadap kondisi elevasi waduk Bilibili setiap jam. Monitoring ini sudah menjadi rutinitas pihak BBWSPJ dalam mengamati kondisi elevasi. Apalagi di saat curah hujan tinggi sehingga berpengaruh pada bertambahnya air waduk dari hulu.

Rini mengakui, elevasi waduk Bilibili saat ini dalam kondisi aman.

“Pihak balai baru bisa membuka pintu spilway ketika elevasi sudah pada angka 99.50 Mdpl. Di angka ini kita sudah membuka pintu sedikit untuk melakukan pembuangan kecil. Namun kami imbau, masyarakat tetap tenang. Jangan termakan info hoaks. Saat ini kondisi elevasi waduk masih aman,” tandas Rini.

Bangun Posko Bencana

Bupati Gowa Dr Adnan Purichta Ichsan memerintahkan OPD terkait dan 18 camat di wilayahnya untuk membangun posko siaga bencana. Posko ini harus ada mulai di kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan.

Instruksi ini dikeluarkan bupati saat memimpin coffee morning yang dihadiri para pimpinan OPD dan para camat se-Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Galesong, Senin (6/12).
“Saat ini musim hujan sudah merata dan itu dipertegas oleh BMKG dengan merilis bahwa 100 persen wilayah Indonesia memasuki musim hujan. Saya minta mulai hari ini tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa
kelurahan mulai membuat posko siaga bencana,” tandas Adnan.

Dia juga menginstruksikan agar semua posko yang dibangun dilengkapi dengan peralatan kebencanaan. Minimal perahu karet dan ban untuk dijadikan pelampung jika terjadi banjir dan peralatan kebencanaan lainnya untuk wilayah pegunungan.

Ia meminta khusus posko siaga bencana tingkat kabupaten, agar dipusatkan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Jalan Mangka Dg Bombong, di wilayah Manggarupi.
Bupati juga meminta semua OPD dan camat aktif berkoordinasi dengan Dinas BPBD, PUPR, DLH, Damkar, Satpol dan Dinas Sosial.

“Khusus posko Kabupaten Gowa, pusatkan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup. Sementara untuk tingkat kecamatan buat di kantor camat masing-masing dan perintahkan seluruh lurah dan desa agar turut membuat posko,” jelas Adnan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa Ikhsan Parawansa, mengatakan pihaknya telah mendirikan posko siaga bencana sejak adanya arahan dari BMKG dan telah berjalan 24 jam di kantor BPBD Gowa di Jalan Tumanurung, Sungguminasa.

” Kita sudah buat poskonya di kantor selama 24 jam. Kami akan membackup posko-posko yang dibuat baru di DLH dan berkoordinasi dengan SKPD terkait lainnya,” kata Ikhsan usai coffee morning.

Terkait peralatanyang tersedia, kata Ikhsan, pihaknya menyiagakan tujuh unit perahu. Masing-masing dua unit perahu karet, tiga unit polyethylene, dua unit perahu lipat. Ketujuh perahu ini siap digunakan apabila terjadi banjir di Gowa. (sar)

Exit mobile version