pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Orang Tua Korban Desak Polisi Usut Tuntas

Terkait Diklatsar yang Berujung Maut

PAREPARE, BKM — Orang tua korban tewas Nona Asmira (21) mahasiswa IAIN Parepare yang juga peserta Pendidikan Dasar (Diklatsar) Search and Rescue (SAR) Korps Suka Rela (KSR-PMI) di Sungai Bilalangnge Jumat-Minggu (26-28/11), Riswan mengajukan tiga tuntutan kepada panitia pelaksana Diklatsar.

Nona Asmira (21) adalah anak ke empat dari lima bersaudara dari pasangan suami/istri Riswan/Israwaty yang tewas terbawa arus saat Diklatsar IAIN Kota Parepare pekan lalu. Satu mahasiswi lainnya Nuriangka juga tewas pada kegiatan tersebut akibat terseret arus sungai.
Menurut Riswan, dirinya tidak dimintai izin oleh panitia terkait keikutsertaan putrinya pada kegiatan tersebut. Apalagi lokasi Diksar diakuinya sangat rawan. Apalagi sebagai orang tua dan putrinya (Asmira-red) juga tidak dijelaskan sejak awal dimana tempat Diklatsar itu digelar.
”Saya merasa terpukul atas kejadian ini, karena tidak ada izin dari panitia,” ujarRiswan.
Atas peristiwa tersebut, Riswan mengajukan tiga tuntutan kepada panitia yakni
terkait tidak adanya surat persetujuan orang tua kepada panitia Diklatsar atas keikutsertaan putrinya, pihak kampus tidak memberikan informasi terkait dengan lokasi Diklatsar dan pelarangan membawa ponsel hingga orang tua dan putrinya kehilangan kontak.

”Biasanya Diklatsar di Pantai Lowita Suppa Kabupaten Pinrang tapi kali ini kenapa Diklatsar justru ke tempat yang rawan banjir,” kesal ayah empat anak ini.
Setahu Riswan, putrinya hari ini meminta diantar ke kampus dan dirinya menduga kegiatan Diklatsar dilaksanakan di kampus.
Riswan juga mengaku terpukul atas kepergian putrinya untuk selama-lamanya dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas peristiwa ini. Penyidik Polres Parepare sudah mendatanginya pada Sabtu (4/12) untuk meminta keterangan tapi saya belum siap karena masih syok.
”Saya bilang belum siap. Makanya penyidik meminta datang sendiri ke Mapolres kalau sudah bisa memberikan keterangan,” jelas Riswan, Minggu (6/12).
Menurut keterangan warga jelas Riswan, lokasi Diklatsar tidak aman. Bahkan setiap tahun selalu menelan korban jiwa.
Sementara keluarga almarhuma Nuriangka jelas Riswan juga tidak keberatan atas peristiwa yang membuat nyawa keluarga mereka melayang. (mup/C)




×


Orang Tua Korban Desak Polisi Usut Tuntas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link