MAKASSAR, BKM — Rute bus Trans Mamminasata di Makassar akan direrouting atau diubah setelah mendapat protes dari sopir petepete. Kehadiran bus Trans Mamminasata sebelumnya dinilai mengurangi pendapatan sopir petepete.
“Kesepakatan dengan teman-teman sopir pete-pete kita melakukan rerouting,” kata Kepala UPT Transportasi Mamminasata Dishub Sulsel Prayudi Syamsibar, saat rapat bersama sopir petepete di kantor Dishub Provinsi Sulsel, jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (6/12).
Prayudi mengatakan para sopir petepete secara khusus memprotes rute koridor 2 dari Trans Mamminasata. Sebelum diprotes, rute ini berawal dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju arah Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Leimena, Jalan Adiyaksa Baru, Jalan Meranti, lalu terminal Panakkukang, Jalan Pengayoman, hingga berakhir di depan Mall Panakkukang.
Untuk rute sebaliknya, diketahui bertolak dari Mall Panakkukang menuju Jalan Boulevard, Jalan AP Pettarani hingga belok kanan ke arah Jalan Urip Sumoharjo. Dari Urip, rute ini terus lurus ke Jalan Perintis Kemerdekaan hingga belok kanan ke bandara.
“Rute barunya (hasil rerouting), dari bandara langsung lurus ke samping Tol Sutami, lalu belok kiri di Tallasa City, kemudian sampai perempatan BTP belok kanan Perintis Kemerdekaan kemudian Urip Sumoharjo, belok kiri di Taman Makam Pahlawan, perempatan SMA 5 lurus ke Borong Raya terus belok kanan Batua Raya terus belok kiri ke Pengayoman, Boulevard, kemudian MP (Mall Panakkukang), begitu juga sebaliknya,” ungkap Prayudi.
Prayudi mengatakan, rute koridor 2 ini pada dasarnya menghilangkan beberapa jalan atau titik yang akan dilalui oleh bus Trans Mamminasata sehingga memberi ruang kepada para sopir angkot untuk mengambil penumpang.”Dan rute baru ini sesuai hasil kesepakatan dengan sopir pete-pete,” sambung Prayudi.
Selain menghilangkan beberapa jalan dalam rute yang baru, rute baru ini diketahui memangkas sejumlah halte bus yang pada awalnya melayani 40 halte bus hingga hanya melayani 6 halte bus.
Prayudi pun mengaku memahami aksi protes dari para sopir pete-pete sehingga pihaknya pun langsung melakukan penyesuaian rute yang disepakati bersama. Dia menegaskan kehadiran layanan bus Trans Mamminasata pada dasarnya bergandengan dengan pete-pete tanpa bermaksud untuk menggantikan peranan dari pete-pete tersebut.
“Jadi sebenarnya target layanan ini adalah bagaimana caranya untuk mengalihkan penumpang yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi menggunakan transportasi massal,” tutur Prayudi.
Dinkofirmasi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah, menegaskan, masih ada beberapa hal saat masih menunggu kesepakatan sebelum muncul koridor yang baru
“Masih sementara rapat ini sama perwakilan pete-pete. Jadi ada masukan teman teman terkait dengan penempatan halte harus diperjelas. Ini sebelum koridor lain muncul harus ada kesepakatan,” jelas Muhammad Arafah.
Muhammad Arafah menambahkan bus Trans Mamminasata juga masih dalam tahap ujicoba.
“Kami juga baru ujicoba, nantilah dilihat dulu apa kesepakatannya, kalau sudah ada kesepakatan akan didefenitifkan,” tuturnya. (jun-rul)
