Site icon Berita Kota Makassar

Tiga Besar Lelang Jabatan Diserahkan ke Wali Kota

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 73 peserta lelang jabatan lingkup Pemerintah Kota Makassar, mengikuti proses assesment di Gedung IPTEK Unhas, Senin (6/12). Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto secara khusus meninjau pelaksanaan asesmen tersebut.

Asesmen merupakan tahapan terakhir seleksi sebelum dipilih tiga kandidat terbaik dengan skor tertinggi untuk setiap jabatan.
Selanjutnya, nama-nama yang lolos seleksi akan diajukan ke wali kota.
Ketua Panitia Seleksi, Prof Imanuddin Ilmar, menjelaskan, asesmen merupakan seleksi terakhir yang dilakukan setelah sebelumnya sudah dilaksanakan seleksi administrasi, makalah, wawancara, dan rekam jejak.
Asesmen ini dibagi menjadi dua tahapan penilaian yakni asesmen pribadi dan kelompok.
Menurut Prof Ilmar, asesmen pribadi lebih melihat kepada potensi dan kapasitas peserta seleksi. Sementara asesmen kelompok untuk melihat bagaimana yang bersangkutan bekerjasama.
“Jangan sampai ada orang punya egosektoral masing-masing. Itu juga jadi penilaian sebenarnya. Nilai asesmen selanjutnya akan digabung dengan nilai tes sebelumnya. Nanti akan ditotal siapa peroleh peringkat tertinggi itulah yang akan masuk tiga besar,” ungkap Prof Ilmar.

Dia menambahkan, paling lambat pekan depan, nama-nama tiga besar setiap jabatan akan disodorkan ke wali kota.
“Pak Wali merencanakan pelantikan sebelum berakhir 2021, jadi sudah harus ada pejabat definitif,” tambahnya.
Sementara Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menjamin jika tahapan seleksi berlangsung transparan, terbuka, dan betul-betul fair.
Namun dia tidak menampik jika penilaian secara subyektif akan terjadi di pemilihan calon pejabat eselon II saat pansel sudah menyerahkan nama-nama tiga besar untuk setiap jabatan.
“Lelang ini betul sangat fair, dan tentunya nanti subjektivitasnya nanti di tiga besar. Saya memang ingin melihat kualitas proses pelelangan pada hari ini (kemarin),” jelasnya.
Soal pembicaraan di luar mengenai nama-nama yang akan menempati jabatan sudah diatur, Mohammad Ramdhan Pomanto menekankan jika itu hanya rumor atau spekulasi.
Dia mengibaratkan lelang jabatan ini sepak bola, akan banyak pengamat yang melakukan prediksi-prediksi
“Namanya spekulasi, kadang benar kadang juga tidak. Itu hal biasa,” tambah Danny.

Dilanjutkan, orang yang akan dipilih membantunya sebagai pejabat eselon II harus memenuhi kriteria, pertama loyal, tidak diragukan lagi profesionalitasnya, quick respon (cepat tanggap), dan paling utama punya komitmen untuk melaksanakan visi misi Danny-Fatma sesuai RPJMD.
Kepada peserta lelang jabatan, Danny menyampaikan asesmen merupakan kompetisi untuk memilih yang terbaik diantara yang baik. Pansel sudah bekerja secara fair dan obyektif.
“Nanti tiga besar baru hak saya. Terpilih atau tidak paling tidak sudah ada usaha maksimal untuk bisa menempati eselon II yang disiapkan. Konsentrasi, kita ketemu di tiga besar,” tandasnya. (rhm)

Exit mobile version