Site icon Berita Kota Makassar

Waspadai Pasang Tertinggi Air Laut

MAKASSAR, BKM — Hujan deras terus mengguyur Kota Makassar sejak Minggu (5/12) hingga Senin (6/12) kemarin, membuat sejumlah wilayah mulai tergenang oleh banjir. Sejumlah camat melaporkan sudah ada beberapa titik banjir yang terjadi di wilayahnya.
Camat Panakkukang Andi Pangerang melaporkan kondisi kanal Sinrijala sudah mulai meluap. Akibatnya, warga yang bermukim di RW 04 Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang sudah mulai tergenang banjir.
“Sebanyak 50 rumah dengan total 164 jiwa dari 72 KK yang terdampak. Ketinggian air sudah mencapai 25 cm,” ungkapnya.
Sementara itu, laporan dari Kepala BPBD Kota Makassar Hendra Hakamuddin, genangan mulai terjadi di beberapa wilayah. Seperti Kampung Nipa-nipa, Kelurahan Manggala.
Di Kelurahan Batua, wilayah yang tergenang air di antaranya Kompleks Swadaya Mas, Pasarangkeke RW13/RT 1, 2, 3 dan 4. Ketinggian air diperkirakan 50 cm di atas jalan paving block.
Kelurahan lain yang juga sudah dilanda banjir seperti Kelurahan Borong, Bitowa, Bangkala, Tamangapa, dan Biringromang.
Sementara itu, genangan air terjadi di Kapasa Raya menuju KIMA. Banyak motor yang mogok. Air sudah masuk ke dalam kantor Lurah Parangloe di Bontoa.
Sejumlah sungai yang mengalir di wilayah Makassar juga menunjukkan ketinggian dan debit air semakin meningkat. Seperti Sungai Biring Je’ne, Sungai Tello, Sungai Leko Pancing, dan Sungai Kajenjeng.
Untuk mengantisipasi genangan di RW 03 Batu Doang, tim lapangan dari Citra Land melakukan pengerukan sedimen di drainase.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto terus memantau perkembangan di wilayah Makassar. Dia menginstruksikan agar seluruh stakeholder terkait untuk terus siaga, utamanya pada saat Senin malam (tadi malam) pasang tertinggi air laut terjadi.
“Semua harus siaga. Karena malam ini (tadi malam) pasang tertinggi air laut terjadi. Pemantauan harus dilakukan setiap saat,” tegasnya.
Kemarin, secara khusus Danny melakukan kunjungan di Jalan Paccerakkang untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah kawasan pemukiman. Dari hasil pantauan, dia mengatakan kondisinya jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Hal itu dianggap menjadi bukti kerja pemerintahan.
“Bulan April lalu kita sudah keruk sungainya. Ini bisa kita uji. Biasanya naik air hari ini tidak seperti biasanya,” ujarnya.
Danny tetap mewaspadai potensi yang bisa terjadi, seiring hujan masih bakal terjadi hingga beberapa hari ke depan berdasarkan prediksi BMKG. Langkah awal yang bakal diambil, dengan memerintahkan jajarannya untuk tetap membersihkan sedimentasi dan menambah kedalaman. “Saya akan melakukan pengerukan kanal dan drainase,” jelasnya.
Danny menambahkan, penyebab banjir adalah kondisi jalan yang rendah. Sehingga saat hujan deras terjadi, langsung tergenang. Solusi lanjutan dengan melakukan peninggian jalan yang dianggap perlu. “Ini memang rendah. Nanti saya akan tinggikan revisi leveling jalan ini,” tutupnya.

Dari pantauan BKM, banjir terjadi di Perumahan Mangga Tiga, Paccerakang, Kelurahan Daya. Ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa. Di kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP) bagian belakang, tepatnya di Blok H dan di Perumahan Bung Permai, Kecamatan Tamalanrea, ketinggian air juga sudah mencapai betis orang dewasa.
“Bagaimana bisa tidak banjir, buat tanggul hanya sampai di Mangga Tiga, tidak sampai di Kodam. Sedangkan ini aliran kan bentuk S jadi menyebar. Harusnya dibuatkan kanal. Jadi air tidak mencapai bibir tanggul yang ada di sana,” ungkap Warga Kodam III, Mulyadi, Senin (6/12).

Saat dikonfirmasi, Camat Biringkanaya Mayuddin mengaku sudah mengintruksikan lurah untuk memantau wilayahnya dan melaporkan ke pihak kecamatan. Dikarenakan curah hujan mulai meningkat dan beberapa wilayah yang ada di Kecamatan Biringkanaya sudah mulai tergenang air.
“Jadi memang kita terus memantau titik-titik yang rawan. Kita juga sudah tinjau kembali titik yang biasa tergenang dan kami minta lurah dan RT/RW yang wilayahnya rawan terus melaporkan ke kami dan ada posko banjir yang kami siapkan,” tuturnya.
Termasuk kesiapsiagaan dalam menghadapi banjir juga sudah diantisipasi sebelumnya. Dia pun berharap agar jajarannya serta pihak terkait selalu melakukan pemantauan di musim penghujan seperti sekarang ini. (rhm-ita)

Exit mobile version