Site icon Berita Kota Makassar

Tujuh Terduga Penyerang Asrama IPMIL dan KEPMI Ditangkap

MAKASSAR, BKM — Tim gabungan Polrestabes Makasar terdiri dari Polda Sulsel telah berhasil menangkap sedikitnya tujuh orang terduga pelaku penyerangan Asrama IPMIL Luwu di Jalan Sungai Limboto lorong 37, Minggu dinihari (28/11).

Juga pelaku penyerangan asrama KEPMI Bone, juga di Jalan Sungai Limboto lorong 39 pada Minggu sore (28/11) serta Sekretariat BEM Fakuktas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM) pada Jumat (26/11). Mereka ditangkap di tempat berbeda. Ada yang ditangkap di Bone, di Luwu, dan di Makassar.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana didampingi Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Lanksana dan Plt Kabid Humas Polda Sulsel melalui press release pada Selasa sore (7/12) di aula Mappaoddang, mengemukakan, ketujuh terduga pelaku penyerangan asrama IPMIL Luwu dan KEPMI Bone, masing-masing berinisial MA, MG, W, Y, MR, AS, dan EK.
Para pelaku yang diamankan, hanya sebagian dari beberapa orang yang melakukan penyerangan di Sekretariat Fakultas Pertanian UIM, asrama IPMIL dan KEPMI. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana menambahkan, para terduga pelaku ini semua berkaitan dengan penyerangan awal di Sekretariat BEM Fakultas Pertanian UIM.
Kemudian merembet ke asrama IPMIL Luwu dan KEPMI Bone. Dan TKP pertama penyerangan Sekretariat BEM Fakultas Pertanian UIM, kemudian ke TKP ke dua asrama IPMIL Luwu Jalan Sungai Limboto lorong 37, dan TKP ketiga di asrama KEPMI Bone Jalan Sungai Limboto lorong 39.
Sementara penyerangan TKP pertama, personel melakukan penangkapan terhadap penghasut untuk melakukan tindak pidana dan tanpa hak memiliki atau mengusai senjata tajam di Sekretariat BEM Fakultas UIM yang terjadi Jumat (26/11).

Kelima terduga pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial MA berperan sebagai provokator penyerangan, MG turut serta menyerang Fakultas Pertanian UIM dan terlibat pengeroyokan. Sedangkan terduga Y dan W berperan menyembunyikan barang bukti berupa papporo serta parang, serta MR perannya pada saat penggeledahan di tempat persembunyiannya ditemukan badik di badannya.
Dan penyerangan di Sekretariat BEM Pertanian yang menjadi korban adalah Arham. Motifnya, pelaku sakit hati karena korban minta data mahasiswa baru. Dan wakil ketua BEM minta agar dibuatkan surat tertulis.
Saat itu tidak terima sehingga para pelaku datang ke sekretariat BEM untuk melakukan penganiayaan terhadap Ketua BEM, Arham. Para pelaku tersebut mempunyai peran masing-masing dalam melakukan penyerangan.
”Kami telah membentuk tim untuk menyelesaikan permasalahan ini,” terang Kapolda didampingi Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana dan Plt Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ade Indrawan, dan Dirkrimmum Polda Sulsel. (jul)

Exit mobile version