MAKASSAR, BKM — Intensitas hujan pada Rabu (8/12) mereda. Namun jumlah pengungsi akibat banjir di Makassar malah semakin bertambah. Hal ini disebabkan oleh area terdampak banjir di Blok 10 dan Blok 8 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala kian meluas. Selain itu, jika sebelumnya tercatat hanya empat kecamatan yang terdampak banjir, kemarin bertambah dua, sehingga menjadi enam kecamatan.
Koordinator Data Siaga Banjir Makassar yang juga Kabag Tata Pemerintahan Pemkot Makassar, Aswin Harun menjelaskan setelah melakukan konsolidasi dengan kecamatan dan BPBD, update jumlah pengungsi hingga Rabu kemarin sekitar pukul 15.00 Wita sebanyak 4.829 jiwa. Sementara sehari sebelumnya, sebanyak 3.206 jiwa. Artinya, ada penambahan jumlah pengungsi sebanyak 1.623 jiwa.
Wilayah yang terparah dampak banjirnya, kata Aswin adalah Kecamatan Manggala. Ada tujuh kelurahan yang terkena. Jumlah pengungsi sebanyak 2.166 jiwa. Naik dibanding sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 1214 jiwa pengungsi.
Sementara di Biringkanaya, sebanyak lima kelurahan yang terdampak. Pemerintahan menyiapkan 11 lokasi pengungsian di kecamatan tersebut, dengan jumlah pengungsi sebanyak 1.241 jiwa.
Di Kecamatan Tamalanrea, empat kelurahan terdampak banjir, lima lokasi pengungsian dan korban terdampak sebanyak 101 jiwa. Kecamatan Panakkukang, lima kelurahan terdampak banjir, sembilan lokasi pengungsian yang disiapkan dengan jumlah warga yang mengungsi sebanyak 621 orang.
Sementara di Kecamatan Tamalate, satu kelurahan terdampak banjir, yakni di wilayah Timbuseng dan Kaccia karena meluapnya sungai di sana. Akibatnya, sebanyak 700 jiwa mengungsi di dua lokasi yang telah disiapkan.
Kecamatan Rappocini, yang sehari sebelumnya tercatat empat kelurahan terdampak banjir, 102 jiwa mengungsi di enam lokasi yang disiapkan. Kemarin, tercatat sudah tidak ada lagi warga yang bertahan di lokasi pengungsian. “Mereka semua sudah kembali ke rumah masing-masing,” ungkap Aswin.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menjelaskan, walau intensitas hujan sudah tidak seperti Selasa (7/12), pengungsi bertambah karena terjadi kenaikan air di beberapa wilayah seperti di Blok 8 dan 10 Antang, Kecamatan Manggala.
“Air di sana naik cukup tinggi. Sehingga menambah jumlah warga yang evakuasi. Inilah sifat atau model hujan. Di tempat lain sudah relatif surut, namun di sana air meningkat karena ada luapan,” kata Danny.
Untuk para pengungsi, pihaknya sudah menyiapkan logistik, khususnya makanan dan minuman. Bukan dari dapur umum, namun pengungsi disiapkan makanan siap konsumsi.
“Guna memenuhi kebutuhan logistik pengungsi, kami bagi per OPD. Dan Alhamdulillah, tadi (kemarin) saya monitor sudah terbagi dengan baik,” tambahnya.
Diapun mencatat sejumlah kebutuhan khusus yang dibutuhkan pengungsi, seperti minyak kayu putih, popok bayi, dan sarung. “Hasil kunjungan di beberapa titik, ada kebutuhan-kebutuhan khas misalnya obat gosok atau minyak kayu putih, popok bayi dengan sarung. Jadi kalau ada yang mau turut kepedulian itu aja tiga,” tutur Danny.
Lebih jauh dia mengemukakan, karena di sejumlah wilayah menjadi langganan banjir hampir setiap tahun, maka warga harus dilatih beradaptasi dan melakukan mitigasi. “Misalnya di daerah banjir kita harapkan semua rumah itu dikasih dua lantai. Kalau sanggup,” tandas Danny. (rhm)
