MALILI, BKM — Tim Science Techno Park (STP) Unhas Makassar melakukan kunjungan ke desa seberang Danau Towuti Kecamatan Towuti Luwu timur untuk melihat potensi lada di desa tersebut, Selasa (7/12).
Rombongan Tim STP Unhas terdiri dari Prof. Mansjur Nasir, Mahyuddin, Sawedi Muhammad, Mansyur Radjab, Suryanto, Bahrun, Sumiati, dan Afrianto menyeberang danau Towuti menggunakan Kapal KMP Pangkilang.
Ada hal menarik di lokasi yakni saat Prof. Mansjur Nasir, berbincang dengan Kades Bantilang. Keduanya berbicara tidak menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa daerah, melainkan menggunakan bahasa Jepang, dan momen langka itupun sempat diabadikan oleh beberapa Kadis.
Usai meninjau kebun Lada Kades Bantilang, rombongan kembali melanjutkan perjalanan untuk melihat kebun merica milik H. Baharuddin yang ada di Desa Rante Angin. Disini, rombongan dari Tim STP Unhas juga berbincang dan menanyakan beberapa hal terkait kebun merica milik H. Baharuddin.
Diantaranya, luas lahan, jumlah pohon merica, jumlah pupuk yang dipakai dan jumlah pekerja. “Luas lahan ku ini sekitar 30 hektar dengan jumlah pohon kurang lebih 40.000 batang. Untuk pekerja, per hari ini sebanyak 90 orang. Sementara untuk pupuk itu saya pakai 10.000 sak (30 kg) untuk 2 bulan,” tutur H. Baharuddin saat dimintai keterangan oleh Tim STP Unhas.
Menurut Prof. Mansjur Nasir, tujuan kunjungan hari ini untuk membuat suatu kegiatan yang bernama desa inovasi. Jadi itu, sambungnya, sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang digunakan oleh seluruh Indonesia.
“Unhas ini STP, ingin memberikan sumbangsih sesuai dengan petunjuk dari mantan Wabup Luwu Timur, Saldy Mansyur bahwa yang bagus untuk dikembangkan ialah Merica/Lada yang ada di Kabupaten Luwu Timur. Untuk itulah hari ini kami dan teman-teman mengunjungi Desa seberang danau (Bantilang, Loeha dan Rante Angin) untuk mengambil beberapa data terkait budi daya merica ini,” imbuh Prof. Mansjur.
Lebih jauh Prof. Drg. Mansjur Nasir, Ph.D. mengatakan bahwa, setelah semua data dari pemilik lahan merica, kecamatan, PT. Vale dan Dinas Pertanian terkumpul, selanjutnya pihaknya akan mengkombinasikan semua data tersebut.
(rls)

