SOPPENG, BKM — Sejumlah organisasi Lembaga Swada Masyarakat (LSM) Kabupaten Soppeng tergabung dalam Forum Anti Korupsi Indonesia Faksi turun ke jalan dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi se Dunia, Kamis
(9 /12).
Mereka menyampaikan aspirasi mulai di bundaran Patung 72 Kota Soppengmenuju ke Kejari Watan Soppeng. Tujuh perwakilan massa bertemu Kejari Soppeng Muh Nasir. Usai menemui Kejari, pengunjuk rasa bergerak menuju PN dan Gedung DPRD Soppeng.
Di pintu gerbang gedung DPRD, mereka menyampaikan aspirasi namun dari 30 anggota dewan Kabupaten Soppeng tak satu pun bersedia menemui para pendemo hingga membuat massa aksi dibalut kecewa.
Koordinator Aksi Rudi Temma mengaku kecewa dengan sikap anggota DPRD Soppeng. Dewan yang merupakan perwakilan rakyat justru tidak berpihak kepada rakyat. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya kesediaan anggota dewan untuk menerima aspirasi masyarakat.
”Tiga institusi tersebut yakni polisi, Kejari dan PN sangat menghargai komitem pemberantasan korupsi sebagaimana digaungkan oleh pemerintah pusat,” ujar Rudi. Namun lain halnya di gedung wakil rakyat yang terhormat justri hanya menuai kekecewaan.
”Kami meminta para wakil rakyat menerima aspirasi kami di hari anti korupsi se dunia namun satupun tidak ada yang menemui perwakilan massa,” tandasnya.
Meski sudah melayangkan surat sebelumnya untuk perencanaan gelaran aksi namun beberapa jam tak satupun anggota DPRD Soppeng nongol.
“Kami datang dengan damai hanya untuk menyampaikan aspirasi,” tandasnya lagi.
Menurut para pengunjuk rasa mereka bukan orang jahat namun kami adalah rakyatmu dan kalian adalah wakil kami, terimalah kami..
“Kalian duduk di kursi empuk sebagai wakil rakyat karena kami memilihmu tapi kami kini sangat kecewa karena hanya inginkan diterima sebagai penyampai aspirasi di hari anti Korupsi ini, namun yang diharapkan tidak terjadi,” jelasnya.
(ono/C)
