MAKASSAR–Sebagian besar mahasiswa sudah merindukan kuliah tatap muka normal. Alasannya, kuliah online atau daring sudah sangat membosankan. Mereka ingin bertemu langsung dengan dosen dan sesama rekannya di kampus.
Hanya saja keinginan mahasiswa itu belum memungkinkan di masa pandemi covid-19 ini. Sejumlah kampus masih sangat ketat menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran virus covid-19. Salah satunya dengan pembatasan jumlah peserta kuliah tatap muka.
Di Universitas Fajar (Unifa) misalnya. Rektor Unifa, Dr Mulyadi mengeluarkan edaran yang hanya membolehkan perkuliahan tatap muka diikuti maksimal 50 persen dari jumlah mahasiswa per kelas. Jika di sebuah kelas jumlah mahasiswa 40 orang, maka hanya 20 mahasiswa yang diperkenankan ikut kuliah tatap muka.
“Lima puluh persen lainnya harus kuliah online dari rumah. Hanya separuh yang bisa ikut tatap muka,” katanya.
Selain membatasi jumlah kuliah, Unifa juga terus menggencot program vaksinasi bagi warga kampus. Tidak hanya dosen, mahasiswa dan tenaga administrasi juga diimbau melakukan vaksin. Bahkan untuk program vaksinasi massal, kampus ini sudah melakukannya sampai empat kali kegiatan.
Ia mengatakan, pengetatan kuliah tatap muka ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran kasus covid-19. Ia berharap kampus juga ikut berpartisipasi membantu pemerintah dalam memerangi penanganan virus ini.
Beberapa mahasiswa merespons positif aturan kuliah tatap muka di masa pandemi covid-19 ini. Mereka memaklumi kebijakan itu. Apalagi semua dosen pengampu mata kuliah membuat sistem bergiliran bagi mahasiswa peserta kuliah tatap muka. Yang ikut tatap muka pekan ini, minggu berikutnya online. Sebaliknya yang online minggu ini, pekan berikutnya ikut tatap muka.
“Jadi semua mahasiswa tetap punya kesempatan ikut tatap muka. Hanya bergantian saja,” kata Widi, salah seorang mahasiswi Unifa. (fp)
