MAKASSAR, BKM — Danau Tempe yang memiliki luas sekitar 13.000 hektare merupakan sebuah lokasi perairan yang potensial di Sulawesi Selatan yang sarat dengan berbagai potensi, seperti sumber daya air perikanan darat atau biota air tawar, wisata air, dan pertanian. Hanya saja, meski danau ini menjadi penghasil ikan tawar terbesar, masyarakat di sekitar pesisir belum bisa memanfaatkan bahan pangan lokal untuk diolah menjadi makanan bergizi sebagai pemenuhan kebutuhan gizi.
Masalah itu melatarbelakangi Darwis selaku peneliti untuk menyusun buku modul model pelatihan dalam menambah pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada masyarakat dalam mengolah produk lokal untuk pemenuhan kebutuhan gizi. Modul ini ditujukan kepada ibu-ibu yang bermukim di pesisir danau Tempe untuk membuat makanan bergizi.

Riset disertasi dosen Universitas Puang Rimaggalatung (Uniprima) Kabupaten Wajo ini dipertahankan di depan tim penguji dalam rangka meraih gelar doktor pada bidang ilmu Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) di Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM), pada Rabu (15/12) di Aula Gedung AD Lantai 5 dengan menerapkan protokol kesehatan.
Disertasi Darwis berjudul Pelatihan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal dalam Membuat Makanan Bergizi pada Masyarakat Pesisir Danau Tempe di Kabupaten Wajo.
Sidang ujian promosi doktor dipimpin Prof. Dr. Anshari, M.Hum. selaku ketua dengan anggota Prof. Dr. Muhammad Ardi, M.S., Dr. Ir. Nurlita Pertiwi, M.T., Prof. Dr. Patang, M.Si., Prof. Dr. Ir. Bakhrani A. Rauf, M.T., Prof. Dr. Hamsu Abdul Gani, M.Pd., dan Dr. Ir. Andi Abriani, M.P.

Darwis menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan pengembangan model Borg dan Gall dalam pengetahuan dan keterampilan untuk menguji efektivitas materi modul yang dikembangkan dalam mengolah abon dan otak-otak ikan gabus dan ikan belut di Kabupaten Wajo. Sampel diambil dari dua kecamatan dengan jumlah 25 orang sebagai kelompok kontrol dan 25 orang sebagai kelompok eksperimen.
Hasil riset Darwis yang juga ketua Prodi Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak menunjukkan, modul pelatihan dengan memanfaatkan bahan pakan lokal pengolahan makanan bergizi terbukti valid dan praktis dalam meningkatkan keterampilan dan sikap masyarakat dalam pengolahan sumber pangan lokal pada pembuatan abon dan otak-otak ikan gabus dan ikan belut.
Setelah menjawab sanggahan, bantahan, dan klarifikasi dari tim penguji, Darwis dinyatakan lulus dengan memeroleh IPK 3,95 atau predikat kelulusan sangat memuaskan. Ia tercatat sebagai alumni ke-995 PPs UNM dan ke-82 Program Studi S-3 PKLH.
Rektor Uniprima Wajo, Prof. Dr. Imran Ismail, M.S. dalam testimoni terhadap dosennya menyatakan, bangga terhadap raihan prestasi akademik gelar doktor. Menurut Prof. Ismail, sudah tercatat 20 doktor di almamaternya yang merupakan alumni PPs UNM.
“Kami berterima kasih kepada PPs UNM yang telah membantu universitas kami dalam menghasilkan doktor di berbagai bidang,” kata Rektor Uniprima yang juga alumni doktor di PPs UNM. (rls)

