MAKASSAR, BKM–Pelaksanaan musyawarah daerah (musda) Partai Demokrat Sulsel kemungkinan besar akan digelar di Jakarta 22 hingga 23 Desember mendatang.
Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe yang dihubungi mengarahkan agar soal musda ditanyakan langsung kepanitia Linda S karna telah melakukan komunikasi langsung dengan DPP.
Soal lokasi musda, apakah tetap di makassar atau di jakarta tidak mempengaruhi dukungan kepada dua bakal calon ketua DPD Demokrat Sulsel.
Musda tetap menjadi pertarungan dua jawara masing-masing Ilham Arief Sirajuddin (IAS) serta Ni’matullah Erbe alias Ulla.
Kedua kubu pun telah mengklaim memiliki dukungan cukup. IAS bahkan telah mengantongi dukungan setidaknya 16 DPC, yang telah melakukan deklarasi dan menyetor surat dukungan ke DPP. Sedangkan sisanya kemungkinan mengarah ke Ulla.
Sebelum pemilihan, kemungkinan besar ada agenda laporan pertanggungjawaban (Lpj) pengurus.
Agenda ini tentu menjadi perhatian serius para peserta, utamanya para ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) apakah ingin memuluskan Lpj atau menyoalnya.
Informasi yang dikumpulkan, sejumlah DPC mengisyaratkan akan menolak Lpj DPD Demokrat Sulsel dibawah kepemimpinan Ulla.
Ketua DPC Demokrat Sinjai, Muhammad Nasyit Umar, menyampaikan pihaknya memang telah menyiapkan sejumlah catatan khusus perihal kinerja Demokrat Sulsel.
Nasyit Umar, menyampaikan pihaknya akan menyiapkan sejumlah catatan khusus perihal kinerja DPD Demokrat Sulsel.
Nasyit mengaku telah berada di Demokrat untuk empat kepemimpinan, mulai dari Reza Ali, Samsul Mapareppa, IAS hingga Ulla. Ia tentu saja menghormati Ulla selaku Ketua Demokrat Sulsel. Namun, dirinya harus mengabaikan penghormatan emosional itu dan berbicara jujur sebagai bahan evaluasi agar partai berlambang mercy ini lebih baik.
“Evaluasi yang dilakukan tentunya bukan persoalan like and dislike, melainkan untuk kepentingan yang jauh lebih besar. Kita ingin Demokrat Sulsel berjaya, bukan malah terpuruk menghadapi Pemilu 2024. Untuk itulah, evaluasi secara jujur harus dilakukan, meski hasilnya mungkin pahit tapi harus diterima,” ungkap Nasyit, Selasa (14/12).
Ia membeberkan sederet catatan negatif yang harus dipertanggungjawabkan selama ini diantaranya berkurangnya kursi di parlemen, baik tingkat provinsi maupun sejumlah kabupaten/kota. Di DPRD Sulsel terjadi pengurangan satu kursi. Lalu di Maros dari empat kursi tersisa satu kursi, Pangkep dari empat kursi tersisa satu kursi, dan Barru dari tiga kursi tersisa satu kursi.
“Belum lagi (Demokrat) juga kehilangan satu kursi DPR RI di Dapil II. Mengapa semua kemerosotan drastis ini bisa terjadi? DPP Demokrat seharusnya punya instrumen untuk menilai rapor kinerja Pak Ulla memimpin partai, yang sempat meraih posisi dua besar di Sulsel ini. Apalah arti klaim loyalitas yang diwarnai kinerja anjlok?,” tuturnya.
Nasyit juga menyoroti Ulla yang melakukan pembiaran para pemegang SK Ketua DPC tanpa pelantikan. Dari 24 kabupaten/kota, hanya DPC Demokrat Makassar yang dilantik. Sedangkan, 23 DPC lain dibiarkan berjalan tanpa pelantikan sampai hari ini. Ulla mengabaikan janji untuk melantik para pengurus DPC masing-masing secara akbar.
“Padahal, ketika muscab serentak DPC yang ditarik ke Makassar 2017 silam, Pak Ulla berjanji akan melaksanakan pesta dan pelantikan pengurus terpilih di daerah masing-masing secara akbar. Jika untuk alasan pelantikan pengurus DPC saja Pak Ulla tidak punya waktu untuk mengunjungi daerah, adakah alasan lain yang lebih bernilai dari itu?,” tanya Nasyit.
Ketua DPC Demokrat Bulukumba Andi Murniyati Makking juga akan mengevaluasi DPD. Menurutnya, Lpj maupun musda merupakan momentum untuk berbenah agar Demokrat Sulsel tidak malah terpuruk pada Pemilu 2024. “Aspirasi dari akar rumput perihal penyegaran di DPD Demokrat Sulsel tentu muncul bukan tanpa sebab. Itu semua masuk dalam catatan-catatan yang kami siapkan untuk bahan evaluasi DPD. Intinya, DPC menginginkan agar kepengurusan DPD bisa lebih solid dan kuat agar meraih hasil optimal pada Pemilu 2024 mendatang,” tuturnya.
Menurutnya, tidak hanya terjadi penurunan kursi disemua tingkatan, namun hengkangnya sejumlah tokoh Demokrat ke partai politik lain juga menjadi catatan di musda, termasuk soal lemahnya konsolidasi dengan melakukan kunjungan DPC, utamanya di Selayar. (rif)
