Site icon Berita Kota Makassar

Golkar Sulsel Bisa Munculkan Dua Matahari

MAKASSAR, BKM–Partai Golkar Sulawesi selatan akan terus mendapat ronrongan dari sejumlah pengurus dan kader.
Bahkan Golkar Sulsel berpeluang terbelah hingga membuat dua kepengurusan dan bisa memunculkan kesan ada dua ‘matahari’.
Satu kepengurusan yang tetap dipimpian oleh Taufan Pawe (TP) sedangkan kepengurusan lainnya bisa saja terbentuk dari kader-kader yang masih loyal dengan mantan ketua DPD I Partai Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid (NH).

Belasan kader partai berlambang pohon beringin rindang sejak awal telah kecewa dengan cara kepemimpinan TP setelah digelar musyawarah daerah (musda) Golkar Sulsel ke X di Jakarta 2020.
Mereka yang kecewa diantaranya mantan sekretaris Abdillah Natsir, Mantan Ketua AMPG Sulsel Imran Tenri Tata dan mantan Ketua DPD II Golkar Kota Makassar Farouk M Betta.
Ketiganya juga merupakan anggota tim formatur hasil musda yang tidak diberi ruang dalam kepengurusan.
Tak hanya itu juga ada Irwan Muin, H Asrullah, Zulkarnain Z Latif hingga Armin Mustamin Toputiri.
Belum lagi sejumlah anggota Fraksi Golkar di DPRD Sulsel yang belum diberi ruang atau kewenangan sama sekali.
Farouk yang dimintai tanggapannya, Rabu (15/12) kemarin, soal kesan akan terjadi dua matahari memilih diam dan hanya tersenyum.
Meski TP bersama pengurus Golkar Sulsel lainnya telah dilantik oleh wakil ketua umum DPP Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita di Four Poin By Sheraton Hotel Makassar, namun potensi perlawanan sejumlah kader sulit dielakkan.

Bahkan ada peluang para kader itu membangun mosi tidak percaya yang ditujukan kepada TP selaku ketua.
Ketua harian Golkar Sulsel Kadir Halid yang dikonfimasi soal peluang adanya mosi tidak percaya kepada TP mengaku jika dirinya baru mulai beraktivitas. “Saya baru beraktivitas setelah dilantik”ujar Kadir Halid, Rabu (15/12).
Sehari sebelumnya, Kadir mengaku telah menginventarisir dokumen penting miliknya.
“Saya sudah masuk kantor mulai kemarin (Senin 13 Desember). Saya minta cari semua dokumen pendukung, dan akan bertugas apa adanya sesuai tugas-tugas ketua harian AD/ART maupun PO (peraturan organisasi),” kata Kadir Halid, Selasa (14/12)
Dia mengakui selama 16 bulan lebih tidak aktif di kepengurusan karena tidak pernah dilibatkan dalam setiap agenda. Namun, usai dilantik kali ini mantan ketua fraksi Golkar di DPRD Sulsel ini memastikan bakal berlari kencang.
“Saya akan langsung mengkonsolidasikan kader. Kalau misalnya ketua (Ketua DPD I, Taufan Pawe) berhalangan nanti saya yang undang,”ujar Kadir Halid yang pernah tercatat sebagai ketua Komisi E DPRD Sulsel ini.
Dia mengaku bakal melakukan percepatan kinerja roda organisasi. Pasalnya, selama ini pembagian tugas di pengurus harian tidak jelas.
Kadir mencontohkan, banyak wakil ketua yang tidak diberi tugas selama ini. “Kita mau supaya wakil ketua itu punya tugas dan fungsi masing-masing. Selama ini tidak ada pembagian tugas, padahal harus ada tugas masing-masing,” jelasnya. (rif)

Exit mobile version