MAKASSAR, BKM — Antropolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Pawennari Hijjang, MA mengatakan untuk menjadi kota dunia, Pemerintah Kota Makassar sebaiknya memaksimalkan potensi sosial budaya yang ada di Kota Makassar.
Hal ini disampaikan Prof Pawennari saat tampil sebagai pembicara di seminar nasional yang dilaksanakan KBA SMP 5 Makassar di Hotel Claro Makassar, Kamis (16/12/2021).
Prof Pawennari mengatakan, karakter masyarakat Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja adalah karakter yang sangat positif. Beberapa karakter tersebut di antaranya adaptif, etos kerja tinggi, dan tinggi kepedulian sosial.
“Kota dunia itu tidak mesti infrastruktur. Tetapi kota dunia juga erat kaitannya dengan kehidupan sosial budaya. Untuk Makassar, tabe pak wali, yang kita harus maksimalkan adalah potensi sosial budaya,” kata Prof Pawennari.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang juga tampil sebagai pembicara di seminar itu menjelaskan bahwa Pemkot Makassar menggagas kota dunia ingin memberikan kenyamanan kepada warga Makassar.
“Saya ini adalah perencana kota. Saya yang rancang pesisir pantai Makassar. Semuanya dalam rangka menciptakan kenyamanan masyarakat,” kata Danny Pomanto.
Menjadi kota dunia, kata Danny, tidak seperti membalik telapak tangan. Tetapi semua ada prosesnya dan ada sistemnya.
“Proses dan sistemnya adalah Sombere and Smart City. Kalau smart city itu menyangkut hardware dan software. Tapi saya tambah sombere. Sombere itu adalah heartware. Hati. Teknologi itu butuh hati,” kata Danny yang langsung mendapat aplaus peserta.
Pada kesempatan ini juga tampil sebagai pembicara Kajati Sulsel, Raden Febrytryanto dan yang mewakili Kapolda Sulsel. (*)

