SEHARI sebelumnya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta pemerintah kota untuk fokus dalam menjaga mobilitas warga jelang natal dan tahun baru.
Wakil Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPRD Kota Makassar, Fatma Wahyuddin, mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diantisipasi agar lonjakan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di kota Makassar pasca perayaan Nataru tidak terjadi. Seperti, kata Fatma, memaksimalkan penjagaan dan pemantauan mobilitas warga yang keluar dan masuk ke kota Makassar.
“Tentu kita tidak boleh lengah, bukan berarti covid-19 ini menurun penjagaan kita juga turun. Justru harus semakin dijaga agar tidak ada lonjakan pascaNataru. Termasuk mengawasi warga yang keluar dan masuk ke Makassar,” ungkap Fatma saat ditemui di Gedung DPRD Makassar).
Lanjut legislator dari Fraksi Demokrat Makassar ini, bahwa pemerintah menjelang puncak Nataru harus mewaspadai gelombang masyarakat dari luar daerah masuk ke kota Makassar. “Eforia atau kegiatan semacamnya yang mengumpulkan kerumunan juga harus kita hindari dan terus menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.
Hal senada ditegaskan, anggota Komisi D DPRD Makassar lainnya, Muliati. Ia mengatakan, akan sulit membendung tingkat mobilitas warga saat perayaan Nataru, jika tidak sejak dini dilakukan pemantauaan dan imbauan. Aapalagi masyarakat luar daerah yang ingin masuk Makassar.
“Kalau ingin mencegah mobilitas warga keluar dan masuk kota Makassar, yah harus melakukan pengawasan sebelum puncak liburan. Karena dua tahun terakhir, terjadi peningkatan kasus covid-19 saat Nataru sehingga pengawasan perlu diperketat,” jelasnya.
Selain itu, legislator PPP Makassar ini meminta, agar Pemerintah Kota Makassar ikut melibatkan RT dan RW untuk secara aktif mengontrol wilayahnya. (ita)
