Site icon Berita Kota Makassar

Digitalisasi Ekonomi tidak Bisa Dipaksakan

MAKASSAR, BKM — Ekonom dari Universitas Hasanuddin Anas Iswanto Anwar menyebut, terdapat sebuah fenomena dalam penerapan digitalisasi ekonomi. Kondisi masyarakat sekarang, mereka latah dalam hal digitalisasi ekonomi.

Karena itu, kata dia, digitalisasi yang diwajibkan itu tidak dapat disamaratakan. Karena literasi digital dan adopsi digitalisasi UMKM masih rendah. ”Kita tempatkan saja layanan ini dalam kebutuhan masing-masing. Tidak bisa dipaksakan,” ujar Anas ketika menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion Outlook Ekonomi Sulsel 2022 di Ballroom Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (16/12).
Kegiatan yang dilaksanakan Harian Fajar bekerja sama Bank Indonesia (BI) ini mengusung tema Ekosistem Digital Mempercepat Pemulihan Ekonomi Sulsel. Deputi Kepala BI Sulsel Fadjar Majardi juga menjadi pemateri.
Fadjar menjelaskan, di tengah masih berlangsungnya pandemi saat ini, diharapkan ada program yang dilaksanakan pemerintah dengan memanfaatkan ekonomi digital guna kembali menumbuhkan prekonomian daerah. ”Pengembangan ekonomi di tengah pandemi covid-19 dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Meningkatnya penggunaan infrastruktur digital oleh masyarakat, menjadi momentum yang harus dioptimalkan melalui upaya bersama,” ujarnya.

QRIS sebagai mode pembayaran digital, di harapkan bisa membawa dampak green economic di wilayah Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

“QRIS ini merupakan aplikasi yang membantu masyarakat dalam hal trangsaksi dan secara tidak langsung juga membantu para pelaku bisnis mikro dan makro, lanjut Fajar.

Terkait digitalisasi, di seluruh kabupaten/kota yang masih terus dipantau oleh BI, yang sebelumnya masih berkembang, kini mulai maju.

Dalam acara tersebut, diperkenalkan QRIS sebagai model pembayaran non tunai. Karena menurut Fadjar, di era seperti saat ini, proses pembayaran dengan menggunakan ekosistem digital sangatlah membantu. Khususnya dalam upaya percepatan laju perekonomian.
Di sela-sela kegiatan yang dihadiri para kepala pemerintahan di Sulsel dan pelaku bisnis, diserahkan penghargaan serta cinderamata kepada kepala daerah yang mendukung ekosistem ekonomi digital. (rul)

Exit mobile version