MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa saja mengakomodir dua tokoh yang akan berrarung di musyawarah daerah (musda) Demokrat Sulsel yang kemungkian dihelat Selasa (21/12).
Jika DPP ingin agar Demokrat Sulsel besar, salah satu langkah yang tepat yakni mempertemukan lalu mendudukkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) bersama Ni’matullah Erbe alias Ulla dalam sebuah ruang khusus.
“Jika dilepas untuk bertarung, maka kemungkinan yang kalah akan bereaksi dan tidak mustahil gerbong yang kalah hengkang serta bergabung dengan partai lain,”ujar pengurus Demokrat Sulsel yang minta namanya tidak ditulis.
Pengamat komunikasi politik dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad menilai jika strategi DPP untuk mempertemukan kedua tokoh Demokrat itu jadi jalan tengah guna menyatukan keduanya. “Jika hal itu berhasil dilakukan maka dampaknya besar bagi partai. Sebab kedua tokoh itu juga diminta berbesar hati mengikuti arahan DPP demi kebesaran Partai Demokrat,”jelas Firdaus Muhammad, Minggu (19/12).
Pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto juga berpendapat sama.
Sebaiknya begitu (dipertemukan). Sekeras apapun persaingan, politik selalu menyisakan ruang kompromi. Partai Demokrat sudah punya pengalaman di musda sebelumnya. Dinamika kepemimpinan yang alot dan tanpa kompromi, berakhir pada melemahnya soliditas dan bahkan mundurnya beberapa elit strategis dari kepengurusan.
“Masing-masing pihak perlu memikirkan masa depan elektoral partai. Para kandidat ketua perlu juga mempertimbangkan aspek-aspek persaingan eksternal. Partai Demokrat ini terlalu lama mengelola dinamika internalnya. Kompetitor atau partai lain sudah punya kepengurusan tetap dan kerangka kerja pemenangan Pemilu 2024,”jelas Luhur kemarin.
Olehnya itu, mengingat sudah tidak adanya tokoh struktural dan kultural lokal partai yang di percaya semua pihak untuk memediasi, maka peran-peran membangun kompromi dan rekonsiliasi sudah saatnya dilakukan DPP. “Tanpa kompromi dan rekonsiliasi, maka siapapun yang terpilih menjadi pemimpin akan sulit membangun soliditas internal. Soliditas itu penting untuk mengejar partai pergerakan cepat partai politik lain di pentas politik Sulsel 2024,”pungkasnya. (rif).

