Site icon Berita Kota Makassar

Calon Yang Kalah Berpeluang Masuk Golkar Sulsel

MAKASSAR, BKM–Pelaksanaan musyawarah daerah (musda) Partai di 24 kabupaten kota telah berahir, bahkan pengurus DPD I Golkar Sulsel juga telah dilantik oleh wakil ketua umum DPP Agus Gumiwang Kartasasmita.
Musda telah menyisakan berbagai hal, mulai tidak mendapat diskresi hingga tidak terpilihnya seseorang sebagai ketua. Namun setelah ada banyak pengurus Golkar Sulsel yang menjadi ketua serta masuk sebagai pengurus di DPD II membuat struktur di DPD I semakin berkurang. Sementara dalam AD/ART, kader tidak boleh rangkap jabatan.
Akibatnya, para calon yang tidak terpilih di musda berpeluang diakomodir sebagai pengurus DPD I Golkar Sulsel untuk membantu Taufan Pawe (TP) sebagai Ketua DPD I Golkar di Sulsel.
Kini Golkar Sulsel siap menggelar reshuffle kepengurusan.

Para calon ketua yang kalah ada di Gowa, Jeneponto, Bantaeng, Sinjai, Maros dan Barru. Selain itu juga ada di Enrekang, Tana Toraja, Palopo, Luwu, Luwu Timur dan Luwu Utara.
Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Marzuki Wadeng mengatakan pihaknya masih sementara menginventarisir pengurus-pengurus agar tidak rangkap jabatan. Termasuk menginventarisir calon yang akan mengganti posisinya di DPD I selama ini.
“Iya memang anggaran dasar mengamanahkan tidak boleh rangkap. Begitu pula pengurus tingkat kecamatan tidak boleh menjadi pengurus DPD II, begitu pula sebaliknya. Jadi dalam waktu dekat pasti ada penggantian pengurus,”jelas Marzuki Wadeng.
Draf SK, kata Marzuki, nantinya yang berisi pengurus baru itu akan diusulkan ke DPP. Jadi semua definitif. “Akan diusulkan ke DPP untuk kepengurusan DPD I Golkar Sulsel untuk di SK-kan kembali oleh DPP,” jelasnya.

Sementara diketahui, selama 16 bulan kepengurusan DPD I Golkar Sulsel masih banyak pengurus yang belum aktif. Bahkan tidak hadir saat pelantikan, 9 Desember lalu.
Dikonfirmasi soal evaluasi pengurus tidak aktif turut diresuffle atau tidak, Marzuki mengaku belum ada pembahasan di internal. “Belum dibahas kalau itu. Siapa tahu nanti masih mau aktif kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe menyatakan bakal mengevaluasi kepengurusan. Selain mereshuffle pengurus yang jadi pengurus di DPD II, pihaknya juga akan merevitalisasi kader tidak aktif.
“Organisasi di mana pun itu pasti ada dinamika, ada tidak nyaman, tidak se Ideologi, itu bisa dibersihkan,” katanya.
Soal nasib kader yang tidak aktif dan tidak bertanda tangan pakta integritas, TP memastikan akan dievaluasi. “Itu nanti ruang digunakan untuk revitalisasi. Pasti ada penilaian tersendiri bagi saya, ini alasan revitalisasi, insyallah kita mau mesin solid,” jelasnya.
Apakah akan didepak? “Saya tidak berkata seperti itu, kita evaluasi, dalam pemerintahan saja ada namanya evaluasi kinerja,” dalihnya. (rif)

Exit mobile version