Site icon Berita Kota Makassar

Giliran Beri Penyuluhan, Tes Anak-anak Baca Tulis dan Mengaji

KOLABORASI yang apik diperlihatkan dua personel aparat penegak hukum dari insitusi berbeda. Bripka Muh Arafah, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan Serka Ahmad Chaniago selaku Bintara Pembina Desa (Babinsa) saling bekerja sama dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

KERAWANAN Kamtibmas kerap muncul bilamana masyarakat hidup dengan memegang prinsip siapa kamu siapa saya. Dengan sikap tidak peduli dan acuh seperti itu, persoalan kecil bisa menjadi besar dan diributkan, hingga akhirnya masyarakat tidak bisa tenang hidupnya. Kondisi inilah yang membuat Bripka Muh Arafah dan Serka Ahmad Chaniago melakukan pola pendekatan masyarakat dari hati ke hati guna menghadirkan kepedulian terhadap sesama.

Bripka Muh Arafah yang juga anggota Unit Binmas Polsek Somba Opu, meyakini bahwa dari hatilah bisa tercipta ketenangan dan kedamaian, sehingga masyarakat bisa hidup saling berdampingan. Tidak mengherankan jika personel kepolisian yang biasa disapa Pak Ustaz ini, dalam kesehariannya lebih banyak menyasar lorong-lorong dan jalan setapak di wilayah Katangka, yang merupakan wilayah padat penduduk di kawasan ibu kota Kabupaten Gowa.

Setiap hari usai melaksanakan tugas kedinasan di unitnya di polsek, Bripka Muh Arafah kemudian menghabiskan waktunya menyambangi warga meski hanya sekadar menyapa, memberi salam, hingga singgah sambil memberikan penyuluhan kamtibmas.

Bripka Muh Arafah tidak jalan sendiri. Tapi bersama dengan Serka Ahmad Chaniago, seorang personel TNI dari Kodim 1409 Gowa, yangkesehariannya bertugas di Koramil 01/1409 Kecamatan Somba Opu. Mereka secara bergilir datang dan menemui warga. Tidak hanya yang dewasa yang diberi penyuluhan tentang berbagai hal, tapi juga kalangan anak-anak.
Kepada warga yang ditemui, Bripka Muh Arafah dan Serka Ahmad Chaniago selalu mengingatkan untuk lebih mengedepankan sikap toleransi hidup bertetangga. Tidak main hakim sendiri jika melihat dan menemukan sesuatu hal yang bisa memicu keonaran dan konflik. Warga diarahkan untuk selalu sadar hukum dan sadar lingkungan.

“Masyarakat itu sebenarnya bukan tidak tahu, tapi kerap lupa. Makanya harus selalu diingatkan. Diingatkan untuk tetap hidup rukun dan damai. Diingatkan agar setiap kali dapat masalah, dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan. Jika tidak bisa diselesaikan di tingkat warga, maka diarahkan bawa ke rana hukum. Diingatkan untuk tidak main hakim sendiri bilamana ada peristiwa semisal maling tertangkap, ada jambret atau sebagainya. Termasuk perkelahian dan lain-lainnya,” jelas Bripka Muh Arafah.

Selain soal kamtibmas, dua personel pengamanan ini juga mengedukasi warga tentang protokol kesehatan (prokes) dan membiasakan memakai masker. Bahkan mengajak masyarakat untuk ikut vaksinasi dengan mendatangi gerai-gerai pelayanan di wilayah Somba Opu.

“Masyarakat yang belum vaksin sama sekali, kami imbau untuk segera melakukan vaksin. Sebab vaksin ini manfaatnya untuk diri sendiri. Selain dapat menambah kekebalan tubuh, juga membentuk antibodi agar warga tidak mudah diserang virus,” jelas Bripka Muh Arafah.
Selain kepada warga dewasa, di setiap kunjungannya, Bripka Muh Arafah dan Serka Ahmad Chaniago juga menyapa ank-anak. Keduanya kerap mengetes anak-anak untuk baca tulisnya di sekolah. Mengetes anak-anak apakah sudah mahir membaca dengan menunjukkan label nama dan kesatuan yang tertera di seragamnya.

“Kami tes anak-anak apa sudah mahir membaca dengan mengeja nama dan tulisan yang ada di seragam kami. Bukan hanya itu kadang juga kami tes mereka mengaji. Alhamdulillah, anak-anak senang juga disapa begitu. Mereka tidak canggung dan tidak takut-takut, karena cara kami seperti guru dan orang tua mereka mengajari membaca,” papar Bripka Muh Arafah.

Hal senada dikatakan Serka Ahmad Chaniago. Dia bersama Bripka Muh Arafah selalu bersama menyasar lorong dan jalan setapak. Bukan hanya tentang vaksinasi, prokes dan kamtibmas yang diedukasikan, tapi juga soal bagaimana menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada tumpukan sampah dan sedimen yang menyumbat selokan.

“Di wilayah Katangka ini kadang jika hujan deras akan banyak genangan di mana-mana. Pemicunya adalah selokan tersumbat. Karena itu kami edukasi warga untuk membersihkan selokan dan got. Kami tumbuhkan rasa kepedulian bersama, rasa memiliki bersama sehingga genangan tidak menjadi pemicu persoalan di antara tetangga,” kata Serka Ahmad Chaniago. (sar)

Exit mobile version