Site icon Berita Kota Makassar

Komunitas Pajappa Bangkeng Ajar Murid di Sekolah Pelosok

MAKASSAR, BKM — Komunitas Pajappa Bangkeng menggelar kegiatan bertemakan Pulang Kampung. Kegiatan yang dilaksanakan usai vakum akibat dampak pandemi, berlangsung di pelosok desa Kabupaten Gowa.

Pajappa Bangkeng merupakan salah satu wadah bagi para tenaga relawan pengajar yang mendedikasikan dirinya untuk mengajar generasi bangsa yang berada di pelosok desa Kelompok yang telah berdiri sejak tahun 2016 ini diinisiasi oleh Sitti Marlina atau akrab disapa Kak Lina, sosok wanita ramah dan peduli akan pendidikan anak anak yang tinggal di daerah pelosok.

Pada dasarnya Pajappa Bangkeng merupakan komunitas pemuda yang bergerak dalam mengeksplor lokasi alam yang belum didatangi oleh para penjelajah alam “Komunitas Pajappa Bangkeng ini dulunya adalah kumpulan anak muda yang senang menelusuri keindahan alam pelosok desa yang belum terjamah oleh masyarakat luas,” ungkap Marlina.

Seiring berjalannya waktu, komunitas ini kemudian melebarkan sayapnya untuk turut mengambil bagian dalam mencerdaskan anak bangsa. Karena ketika dalam perjalanan menelusuri indahnya alam, para anggota mendapatkan sekolah yang terbilang sangat tertinggal dari sekolah yang ada di wilayah perkotaan.

“Karena melihat kondisi sekolah dan pendidikan di daerah pelosok yang tergolong tetinggal jauh dari anak di kota-kota besar, kami kemudian melebarkan sayap dengan berbagi kepada anak-anak pelosok. Tentunya tetap mengeksplor dan menikmati alam dalam perjalanannya,” tuturnya.

”Hal yang kemudian melatarbelakangi kelompok ini turut mengadakan program mengajar kepada generasi anak bangsa, dikarenakan kami sering menemukan sekolah yang jauh dari kata layak. Juga banyak masyarakat yang memberikan masukan kepada kami untuk ikut serta ambil bagian dalam mengajar para murid,” tambahnya.
Disebutkan Lina.

10 November 2016 merupakan pemberangkatan relawan pengajar pertama kali yang dilaksanakan di MI Guppi Borongbula, Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa. Pemberangkatan relawan dilaksanakan setiap bulan dan berakhir pada Desember 2017.

Metode yang digunakan komunitas Pajappa Bangkeng, yakni dengan mengirimkan para relawan di setiap bulannya dengan tujuan agar mereka bisa mengenal dan memporsikan seluruh kemampuan untuk mengajar anak sekolah di daerah sasaran.

”Kami terus memantau perkembangan masing-masing siswa di sekolah binaan. Hal ini kami lakukan untuk memastikan semua pelajaran yang diberikan benar-benar dipahami oleh siswa,” imbuhnya.

Saat ini Pajappa Bangkeng telah memiliki tiga sekolah binaan dan terus mengontrol peningkatan mutu belajar para siswa.

”Di tahun 2016 selama 14 bulan kami mengajar di MI Guppi Borongbula, Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangang. Awal 2018 di MI Yapit Borong Nangka, Kelurahan Cikorong, Kecamatan Tompobulu. Tahun 2019 di MI Guppi Mammeso, Desa Bissoloro, Kecamatan Bungayya,” jelasnya.

Dari perjalanan yang dilakukan selama ini, para relawan yang tergabung dalam komunitas Pajappa Bangkeng berharap adanya perhatian lebih ke sekolah yang ada di wilayah pelosok.

“Kami sangat berharap adanya penegakan sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, utamanya dalam hal pendidikan,” ungkap Zulkifli, salah seorang relawan Pajappa Bangkeng. (rul)

Exit mobile version