Site icon Berita Kota Makassar

Atasi Perang Kelompok di Utara Kota

MAKASSAR, BKM– Maraknya perang kelompok pemuda di utara kota mendapat tanggapan serius dari Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Nurhaldin Nurdin Halid. Ia mengatakan, maraknya perang kelompok hingga memakan korban jiwa tentu perlu mendapat perhatian seluruh pihak. Apalagi perang kelompok ini didominasi pemuda di Kota Makassar.
“Saya secara pribadi selalu melihat perang ini karena persoalan sepele awalnya kemudian dibesar-besarkan. Makanya sudah dimediasi kemarin sama pemerintah bersama tokoh masyarakat, dicarikan solusinya biar tidak berlarut-larut terus, bahkan kemarin lalu saya datang lihat korban akibat perang ini,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (21/12).

Lanjut Legislator Fraksi Golkar Makassar ini bahwa perlu ada tindakan tegas terhadap oknum yang memulai peperangan tersebut dan pembinaan kepada orang-orang yang terlibat, agar tidak ada lagi ketersinggungan dan konflik yang memicu perang kelompok tersebut terjadi.
“Karena setiap kali perang kelompok terjadi, pasti memakan korban. Masyarakat sebaiknya tidak mudah terpancing maupun terprofokasi, makanya saya selal menganjurkan pemuda ini butuh pembinaan mental,” jelasnya.

Begitupun yang dikatakan anggota DPRD Kota Makassar dari Dapil II DPRD Makassar, Andi Astiah. Ia menjelaskan, bukan hanya pemerintah dan dewan yang risau dengan perang kelompok yang sering terjadi di Kecamatan Tallo. Namun masyarakat yang bermukim didaerah tersebut selalu melaporkan terkait bagaimana menghentikan perang tersebut.
“Tiap saya ke warga ku itu terus ji kasian na minta bagaimana perang kelompok ini berhenti. Karena ini saya lihat pemuda kita banyak yang terprovokasi sehingga picu itu namanya perang. Saya bahkan undang pemuda daerah utara ini terkait pembinaan, biar mereka tidak terpancing memulai perang ini,” katanya.
Ia juga mengimbau agar perang kelompok di kalangan anak muda dapat dihhentikan dan jika terjadi kembali maka pihak berwajib baik kerjasama kepolisian dan TNI akan bertindak tegas dan memberlakukan hukum yang berlaku.
“Tentu saya sudah sering berkomunikasi dengan pak wali bagaimana ini pemuda di dapil II berhenti melakukan peperangan dan saya harap masyarakat bisa menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya. (ita)

Exit mobile version