MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat yang dikomandoi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan memutuskan siapa yang akan menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan.
Kewenangan DPP menentukan ketua di setiap Provinsi tertuang pada salah satu poin dalam AD/ART partai hasil Kongres V Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC) 15 Maret 2020 lalu.
Merujuk pada hasil Kongres itu, maka nama calon yang diajukan oleh peserta musyawarah daerah (musda) tidak otomatis ditetapkan oleh tim pengarah atau Steering Commitee (SC).
Dimana, SC hanya menetapkan nama-nama calon yang disetujui peserta musda. Selanjutnya SC yang dikoordinir oleh Andi Januar Jaury Darwis menyerahkan nama calon ketua usulan musda ke DPP
Untuk itu, DPP yang akan menggelar rapat yang dipimpin langsung AHY dihadiri Sekretaria Jenderal (Sekjend) dan Ketua OKK Partai Demokrat.
Selanjutnya, dari hasil rapat yang dipimpin AHY, kemudian memutuskan siapa Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Periode 2022-2027.
Musda bisa mengajukan dua atau bahkan tiga nama untuk bertarung lantaran dinilai sebagai prasyarat disetiap Provinsi yang akan menggelar musda.
Seperti diketahui, musda Demokrat Sulsel, ada dua bakal calon yang mencuat. Masing-masing mantan Wali Kota Makassar dua periode Ilham Arief Sirajuddin (IAS) serta ketua Demokrat Sulsel petahana Ni’matullah Erbe.
Peta politik hingga Selasa (21/12) petang, IAS masih mendapat dukungan dari 16 Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Sedangkan selebihnya berada di barisan Ni’matullah Erbe.
Bahkan, IAS telah mengumpulkan 16 DPC di hotel Swiss Bell, Jalan Ujung Pandang Makassar, sejak Senin sore.
Informasi yang berkembang para pendukung IAS tetap akan menyoal laporan pertanggungjawaban (Lpj) Ni’matullah sebagai Ketua Demokrat Sulsel.
Akankah IAS dan Ulla realistis atau tetap akan bertarung secara terbuka mengandalkan suara mayoritas DPC atau menunggu restu dari DPP.
Soal realistis atau kemungkinan bertarung secara terbuka, Ni’matullah Erbe yang dikonfirmasi Selasa (21/12) mengaku bila dirinya tidak punya masalah, sebab hanya menjalankan tugas atau amanah dari partai. “Saya hanya menjalankan amanah partai,”ujar Ulla yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel ini. (rif)

