PASKA Hengkangnya pengurus dan kader Partai Hanura, kini posisi yang ditinggalkan Andi Ilhamsyah masih kosong. Musdalub yang digelar pada Oktober lalu malah tak memunculkan hasil, bahkan menimbulkan konflik internal yang berkepanjangan.
Persaingan antara Wahyuddin M Nur dan Amsal Sampetondok sebagai Calon Ketua DPD makin menguat. DPP Hanura juga dilema terkait keputusan apa yang akan diambil. Apakah langsung mengeluarkan SK atau menggelar Musdalub ulang.
“Belum ada hasilnya. Sementara berproses di DPP. Tunggu dan sabar saja,” kata Ketua DPP Bina Wilayah (Binwil) Sulsel, Sulbar dan Sultra, Muhammad Thamsiel Hamid, Selasa (21/12).
Situasi ini membuat Hanura Sulsel mogok konsolidasi. DPC kabupaten/kota tak menampik situasi itu. Mereka mengaku konsolidasi partai memang terganggu.
“Pastilah (terganggu). Kalau pun konsolidasi, pasti cuma setengah-setengah,” ucap Sekretaris DPC Hanura Palopo, Andi Irsal.
Untuk itu, DPP harus segera bersikap. Mengeluarkan SK Ketua DPD terpilih, agar roda organisasi bisa berjalan kembali.
“Teman-teman sekarang pusing. Mau konsolidasi tapi tidak ada induk (Ketua DPD). Jadinya mereka menunggu keluar dulu keputusan, baru bergerak,” jelas Andi Irsal. (rif)
