Site icon Berita Kota Makassar

Tiga Fokus Utama Pengamanan Nataru

MAKASSAR, BKM — Rapat Koordinasi (Rakor) pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) digelar di Polrestabes Makassar, Senin (20/12). Selain Kapolresta Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana, rakor juga dihadiri Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Dandim 1408/BS Makassar Kolonel Kav Dwi Irbaya Sandra, dan Kepala Kejaksaan Negeri Makassar Andi Sundari.
Kapolresta Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana usai rakor, kepada wartawan menjelaskan, ada sejumlah poin penting yang menjadi agenda pembahasan pada rakor tersebut. Dia mengemukakan, ada tiga sasaran utama yang akan menjadi fokus pengamanan saat Natal dan Tahun Baru.
“Rakor yang kita gelar terkait rencana pengamanan seluruh rangkaian kegiatan Natal dan Tahun Baru. Jadi ada tiga sasaran utama yang akan kita amankan,” ungkap Witnu.
Pertama, jelasnya, memberi rasa aman umat Kristiani dalam melaksanakan ibadah Natal di gereja-gereja yang ada di Kota Makassar. Selanjutnya, memberi rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan libur Natal dan Tahun Baru. Baik yang menikmati libur di tempat wisata, ke mal, dan tempat-tempat lainnya. Dan yang terakhir adalah kegiatan masyarakat lain yang melakukan aktivitas selama libur.
Dia menjelaskan, acuan atau dasar pengamanan yang dilakukan adalah Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terkait tata cara pengamanan di tengah situasi pandemi covid-19. Mengacu pada hal tersebut, Witnu menekankan, ada akan ada pembatasan-pembatasan yang akan dilakukan. Baik menyangkut orang maupun kapasitas di tempat-tempat tertentu. Khususnya yang kerap didatangi warga saat Nataru.
Untuk setting pengamanan yang dilakukan, menurut Witnu, tidak jauh berbeda dengan yang telah diterapkan saat Nataru tahun 2020 lalu. “Jadi itu kita sampaikan ke seluruh stakeholder, pimpinan terkait, termasuk kita undang pimpinan gereja, bahwa nantinya setting pengamanan tidak jauh berbeda dengan pengamanan Nataru tahun lalu,” jelasnya.
Disamping mengamankan tiga sasaran yang sudah dijelaskan di atas, menurut Witnu, juga akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Tujuannya untuk menghindari masyarakat berkumpul dan berkerumun masuk ke dalam kota.
“Jadi kami butuh dukungan rekan media, disampaikan ke masyarakat, alangkah baiknya libur Nataru ini tetap di rumah saja,” tambahnya.
Dia memastikan, aparat kepolisian sudah menyiapkan sekitar 2.000 personel untuk mengamankan Nataru. Selain Polrestabes Makassar, pengamanan Nataru juga akan diback up aparat dari Polda Sulsel. Selanjutnya, aparat kepolisian yang bertugas saat Nataru akan dibagi habis untuk pengamanan di seluruh titik strategis.
“Seluruh personel akan dibagi habis, dari mulai gereja, ada 31 gereja prioritas, kemudian tempattempat wisata, tempat hiburan, termasuk di jalan-jalan yang kita lakukan rekayasa,” tambahnya.

Menurut Witnu, sesuai dengan SOP, pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus gereja setempat sebelum melakukan pengamanan. “Kami akan lakukan patroli di sekitar gereja untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi kami juga menyampaikan imbauan kepada seluruh pengurus dan pimpinan gereja agar ibadah Natal bisa dilakukan secara hybrid, luring dan daring, karena ini juga diatur oleh inmendagri,” tandas Witnu.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menjelaskan untuk pengamanan yang akan dilakukan saat Nataru hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi tahun ini kondisi covid-19 seperti tahun lalu.

Diapun mengimbau agar masyarakat merayakan malam pergantian tahun di rumah saja bersama keluarga. Dia mengaku tidak mau kebobolan sehingga kasus covid-19 kembali mengalami peningkatan karena adanya kerumunan orang saat merayakan malam pergantian tahun.
“Kesimpulannya tidak ada perayaan tahun baru di Kota Makassar. Kita imbau warga rayakan pergantian tahun di rumah masing-masing. Kita tidak mau lengah, tidak mau kebobolan soal kerumunan. Pengalaman dari tahun lalu,” tambahnya.
Dia menekankan, pembatasan-pembatasan yang dilakukan untuk menjaga Makassar dari covid-19 apalagi saat ini muncul varian baru yakni Omicron. Danny juga menyetujui adanya pembatasan warga yang akan masuk ke Makassar jelang malam pergantian tahun. Alasannya, karena Kota Makassar dengan posisi vaksinasi sudah mencapai sekitar 80 persen, sementara membangun herd imunity. Sedangkan posisi vaksinasi di luar Makassar ada yang baru mencapai 40 persen.
“Kita sedang bangun herd imunity. Kenapa harus ada pembatasan? Karena ada disparitas vaksinasi yang terjadi. Di Kota Makassar sudah hampir 80 persen, sementara sekitar Kota Makassar yang baru sekitar 40 persen. Jadi kita harus melindungi kota ini. Kita juga harus melindungi orang yang masuk. Sehingga semua itu harus lewat pembatasan-pembatasan seperti yang disampaikan Pak Kapolrestabes,” tandas Danny. (rhm)

Exit mobile version