Site icon Berita Kota Makassar

Jelang Nataru, Cek Kesehatan Warga Pendatang

MAKASSAR, BKM–Pengawasan terhadap sejumlah pendatang di kota Makassar jelang perayaan natal dan tahun baru (Nataru) perlu dilakukan. Bahkan, petugas keamanan perlu ditambah di perbatasan untuk memeriksa para warga pendatang dari luar kota Makassar.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir.
Apalagi, jelas Wahab, dengan adanya jenis virus baru Omicron, pemerintah perlu melakukan pengamanan ekstra. Sebab permasalahan jelang nataru seperti tahun sebelumnya menyebabkan peningkatan warga yang terkonfirmasi covid-19.
“Sekalipun belum ada yah, tapi tidak ada salahnya jika kita mencegah. Pemkot tentu tahu langkah yang harus diambil, kalau perlu melakukan razia rutin akhir tahun serta pengetatan. Termasuk memeriksa kelengkapan administrasi kependudukan yang disahkan oleh Pemerintah kota Makassar,” ungkapnya saat dikonfimasi, Kamis (23/12).
Lanjut Legislator Fraksi Golkar Makassar ini, pengawasan tentu perlu melibatkan sejumlah aparat, baik dari satpol PP, dinas perhubungan, dinas sosial serta dinas kependudukan dan catatan sipil untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap warga pendatang.

Hal yang sama ditegaskan, anggota Komisi D DPRD Makassar, Sahruddin Said. Menurutnya, warga pendatang bukan saja warga luar Makassar yang masuk ke Makassar, tetapi juga warga Makassar yang mau keluar atau merayakan tahun baru ke daerah lain.
“Kan sudah ada edaran dari pemerintah, tentu mereka (pemkot) akan melakukan lagkah-langkah pengawasan untuk para pendatang. Kalau saya pikir banyak juga warga Makassar yang keluar, tinggal kita bagaimana mencegah adanya jenis virus baru ini,” tuturnya.

Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel, Andi Rachmatika Dewi juga angkat bicara. Bahkan ia mewanti wanti agar warga tetap waspada.
Menurut Cicu-panggialn akrab Andi Rachmatika Dewi, hal tersebut memang sulit untuk dibendung dikarenakan kebijakan pemerintah yang membatasi ruang gerak masyarakat, sehingga untuk pendatang dari kabupaten/kota yang ada di Sulsel perlu diantisipasi. Seperti memperketat pintu masuk ke kota Makassar dengan melakukan pengecekan, baik itu kartu vaksin atau tes covid secara random.
Cicu juga berharap ada koordinasi semua pihak. “Memang dibutuhkan koordinasi bersama antara pemerintah kabupaten/kota se Sulsel, khususnya kota Makassar dan pemprov Sulsel serta seluruh stakeholder,”terang Cicu yang juga ketua Komisi B DPRD Sulsel ini.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan, meski tidak diberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada masa libur Nataru ini, masyarakat tetap wajib melaksanakan aturan Nataru 2021 sesuai dengan kebijakan pada level tingkat penyebaran covid-19, yang telah ditetapkan dalam instruksi mendagri, kapolri, panglima TNI dan juga edaran gubernur serta bupati/wali kota Se-Sulsel. Hal ini untuk penanggulangan covid-19, apalagi varian baru Omicron telah masuk di Indonesia.
“Tentu kita sadari bersama varian baru Omicron telah diidentifikasi masuk di Indonesia, dan kita berharap mudah-mudahan Sulawesi Selatan tetap dilindungi dan tetap dalam suasana tenang dan paling penting bagaimana warga masyarakat tetap patuh pada aturan dan protokol kesehatan,” kata Andi Sudirman Sulaiman saat menjadi Inspektur Upacara pada Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2021, Pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Lapangan Karebosi, Kamis (23/12). (ita-jun)

Exit mobile version